Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NATAL 2012: PB NU ingatkan pentingnya toleransi

JAKARTA: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan pentingnya menjalankan prinsip toleransi di tengah perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. 
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  10:15 WIB

JAKARTA: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan pentingnya menjalankan prinsip toleransi di tengah perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. 

 
Menurutnya, radikalisme dalam bentuk teror justru merusak nama Islam dan Indonesia di mata dunia internasional.  
 
"Tidak ada gunanya melakukan teror, baik di Natal dan Tahun Baru sekarang ini atau di waktu lain. Radikalisme, apapun itu bentuknya, termasuk teror, hanya akan merusak nama Islam," katanya melalui siaran resmi, Selasa (25/12/2012). 
 
Said menyampaikan pernyataan itu untuk publik Indonesia dari Singapura karena tengah menjalani medical check up atas penyakit jantung yang dideritanya. 
  
Dia mengatakan radikalisme, terutama dalam bentuk aksi teror, juga dinilai dapat merusak citra Indonesia yang sudah sejak lama dikenal sebagai bangsa yang plural tetapi dapat hidup berdampingan dengan baik. 
  
"Indonesia di mata internasional dikenal sebagai bangsa yang bisa menerapkan toleransi dengan baik. Aksi-aksi radikalisme, terorisme, atau yang sejenisnya, akan menjadikan nama Indonesia rusak," tambah Said. 
  
Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, tersebut juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat Natal untuk umat Kristiani di Indonesia. 
 
Untuk terciptanya perayaan Natal dan Tahun Baru 2013 yang aman, baik Polisi maupun TNI diminta untuk saling bersinergi menjalankan tugas dengan baik. 
 
Meski demikian, masyarakat juga diminta ikut berpartisipasi menciptakan keamanan, melalui perilaku yang tidak memancing timbulnya kerawanan. 
  
Said mengatakan secara pribadi dan atas nama Nahdlatul Ulama mengapresiasi apa yang dilakukan GP Anshor dengan keikutsertaannya mengamankan Natal dan Tahun Baru. 
 
Terciptanya keamanan di Indonesia, lanjutnya, merupakan tugas bersama, termasuk masyarakat sipil yang tidak bergabung di ormas. 
 
"Semoga Natal tahun ini aman dan membawa berkah untuk perayaan Tahun Baru 2013," ujarnya.  (ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top