BBM BERSUBSIDI: Solar Langka Di Sejumlah SPBU Di Kalbar

PUTUSIBAU, Kalbar--Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Barat langka.
News Editor | 25 Desember 2012 00:28 WIB

PUTUSIBAU, Kalbar--Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Barat langka.

Sebagian masyarakat di Putusibau dan Sambas, Kalbar, menduga kelangkaan solar di sejumlah SPBU tersebut akibat ulah para spekulan.

Bahkan menurut mereka (masyarakat), di daerah yang dekat dengan perbatasan seperti Kota Putusibau dan Sambas, solar bersubsidi selalu langka alias tidak ada sama sekali.

Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan solar seperti petani, nelayan, dan masyarakat yang memiliki mobil truk tidak bisa memperoleh solar bersubsidi.

"Saya dengar Polda Kalbar bahkan telah membentuk tim khusus untuk menangani ulah para spekulan tersebut, tapi hasilnya tidak ada. Para spekulan masih tetap berkeliaran,” kata Muklis, warga Kota Putusibau, Senin (24/12/2012).

Deddy, warga Sambas juga menuturkan masyarakat di daerah itu tidak pernah mendapat solar dari SPBU. Kalaupun ada solar, itu dari penjual eceran yang harganya cukup mahal.

“Kenapa hal ini tak pernah ditindak secara serius oleh para petugas. Kalau perlu petugas mengambil tindakan tegas untuk para spekulan tersebut karena hanya mereka (spekulan) yang menikmati subsidi dan keuntungan dari penjualan BBM di Kalbar. Masyarakat biasa dibuat “mati” oleh mereka," ujar Deddy.

Dari pantauan Bisnis di Putusibau dan Sambas, sepanjang jalan di kota Putusibau hanya dua SPBU yang beroperasi dengan waktu yang sangat singkat, karena ketika BBM diisi dari mobil tangki Pertamina, langsung habis diborong spekulan yang membeli dengan mobil-mobil siluman.

Begitupun di Kota Sambas, dari Kota Singkawang ke arah daerah Tebas dan Kota Pemangkat, solar selalu tidak ada meskipun SPBU di wilayah itu lebih banyak jumlahnya dan jam operasinya juga lebih lama.

"Kami berharap aparat terkait benar- benar memperhatikan masalah ini, karena masyarakat sangat dirugikan dengan ulah para spekulan," tegas Muklis. (K46)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Yanita Petriella

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup