Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERBANKAN SYARIAH: Pertumbuhan di Priangan Timur Lampaui Nasional

TASIKMALAYA–Aset perbankan syariah di wilayah Priangan Timur mencapai 6,8% terhadap aset bank konvensional melampaui pertumbuhan aset perbankan syariah nasional. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Isa Anshory mengatakan total aset
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  16:00 WIB

TASIKMALAYA–Aset perbankan syariah di wilayah Priangan Timur mencapai 6,8% terhadap aset bank konvensional melampaui pertumbuhan aset perbankan syariah nasional. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Isa Anshory mengatakan total aset perbankan syariah mencapai Rp930 miliar atau 6,8% terhadap perbankan konvensional di wilayah tersebut sebesar Rp13,9  triliun. “Pertumbuhan aset perbankan syariah di Priangan Timur mampu melebihi pertumbuhan aset perbankan syariah nasional yang perbandingannya masih di bawah 5% terhadap bank konvensional,” katanya di sela-sela Syariah Ekspo Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia Tasikmalaya,  Sabtu, (22/12). Isa berharap upaya sosialisasi perbankan syariah agar terus diperluas, untuk mendukung  pertumbuhan perbankan syariah berkontribusi lebih besar terhadap  sektor keuangan di Priangan Timur. Menurutnya, perbankan syariah harus meningkatkan edukasi tentang industri keuangan syariah dan membuka akses layanan bagi masyarakat lebih luas. Di tempat yang sama, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia Ahmad Buchori menuturkan diperlukan berbagai pendekatan untuk menyosialisasikan perbankan syariah secara lebih luas terutama pola edukasi yang lebih dekat ke masyarakat. Menurutnya, berdasarkan pengelaman sosialisasi perbankan syariah, setidaknya ada beberapa tipe masyarakat  dalam menggunakan layanan dan produk perbankan di Indonesia, di antaranya tipe loyalis yang menggunakan layanan dan produk perbankan syariah tanpa mempertanyakan kondisinya. “Ada juga nasabah yang hanya ikut-ikutan, dan sebagian lagi yang berorientasi keuntungan.” Namun demikian, katanya, nasabah yang perlu mendapatkan edukasi lebih baik adalah masyarakat luas yang sudah merasa nyaman dengan layanan bank konvensional sehingga belum terbuka untuk menggunakan layanan perbankan syariah. Dia menambahkan, strategi sosialisasi perbankan syariah juga harus menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat bank syariah. “Misalnya menabung, SMS banking, trasfer  itu bisa juga dilakukan di bank syariah,” ujarnya. Pada kesempata itu, BNI Syariah Tasikmalaya optimistis dapat mendongkrak pertumbuhan aset dua kali lipat dari  tahun ini sebesar Rp200 miliar yang terindikasi dari operasional pada tahun pertamanya yang tumbuh signifikan. Manager BNI Syariah Tasikmalaya Iman Hadiman mengatakan, target tersebut diproyeksikan dari  pembiayaan sebesar 40% dengan produk yang diunggulkan masih di pasar pembiayaan perumahan syariah (BNI Griya Syariah). “Memang target tersebut cukup tinggi karena melihat  Tasikmalaya sangat potensial dalam bisnis perbankan syariah,” katanya. Iman menjelaskan untuk penghimpunan dana dan pembiayaan masih bertumpu pada sektor ritel, sedangkan pasar korporasi sangat kecil. (k55/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Anep Paoji

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top