ANTISIPASI BANJIR: Pemprov Sulsel Bangun 2 Kolom Retensi

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan akan membangun dua kolam retensi yang menelan biaya di atas Rp12 miliar miliar pada 2013 guna mengatasi banjir yang sering melanda Kota Palembang.Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel Surkani Mastulen
Dimas Priyanto | 23 Desember 2012 17:27 WIB

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan akan membangun dua kolam retensi yang menelan biaya di atas Rp12 miliar miliar pada 2013 guna mengatasi banjir yang sering melanda Kota Palembang.Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel Surkani Mastulen mengatakan kedua kolam retensi itu akan dibangun di daerah Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan Sungai Buah Kecamatan Kalidoni.“Kami memilih kedua lokasi itu karena rawan banjir, terutama untuk di simpang empat Bandara agar Bandara SMB II aman dari banjir saat musim hujan,” katanya, Jumat (21/12).Pembangunan kolam penampung air sedalam 3,5 meter itu akan menggunakan dana APBD Provinsi Sumsel dan APBN 2013.Pemprov akan menggelontorkan dana untuk ganti rugi lahan warga yang diperkirakan sebesar Rp9 miliar untuk kolam retensi simpang Bandara seluas 5 hektare.Dia melanjutkan lahan untuk kolam retensi di Sungai Buah sendiri telah disediakan oleh PT Pusri di mana lokasi pabrik pupuk terbesar itu berada di lokasi pembuatan kolam. Pemprov akan menganggarkan dana sebesar Rp2,2 miliar untuk pembangunan kolam tersebut.“Kalau untuk lahannya kami tak perlu menganggarkan ganti rugi lahan karena sudah disediakan oleh PT Pusri seluas 2 ha,” katanya.Kota Palembang sendiri sudah memiliki sebuah kolam retensi seluas 41 ha di kawasan Jakabaring Sport City untuk mengatasi banjir di daerah hulu kota itu.Pembangunan kolam retensi sudah digalakkan pemerintah sejak 2008. Selain di Kota Palembang, penampungan ini juga dibangun di beberapa kabupaten yang juga rawan banjir, meliputi Muara Enim sebanyak empat titik dan Ogan Ilir 2 titik. (if)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup