POLITIK MESIR: Konstitusi tidak jelas, Wapres Mesir pilih mundur

KAIRO: Wakil Presiden Mesir Mahmoud Mekki pada Sabtu mengumumkan pengunduran dirinya, saat referendum mengenai satu konstitusi baru yang membuat tidak jelas apakah ia akan tetap dipertahankan.Dalam satu pernyataan yang diperoleh AFP, Mekki mengataan
News Editor | 23 Desember 2012 05:47 WIB

KAIRO: Wakil Presiden Mesir Mahmoud Mekki pada Sabtu mengumumkan pengunduran dirinya, saat referendum mengenai satu konstitusi baru yang membuat tidak jelas apakah ia akan tetap dipertahankan.Dalam satu pernyataan yang diperoleh AFP, Mekki mengataan bahwa ia mundur karena "pekerjaan politik tidak cocok dengan karakter profesional sebagai seorang hakim."Ia mengatakan ia pada awalnya mengajukan pengunduran dirinya 7 November, tetapi ditunda sampai sekarang karena serangkaian kejadian termasuk perang Israel-Hamas di Jalur Gaza dan keputusan Presiden Mohamed Moursi bulan lalu untuk memperkuat kekuasaannya sendiri."Saya melihat hari ini (Sabtu) adalah saat yang tepat untuk mengumumkan pengunduran diri saya sebagai wakil presiden republik, dan saya akan tetap menyediakan tenaga saya sebagai seorang tentara," katanya.Mekki (58 tahun) adalah seorang hakim yang disegani sebelum Moursi mengangkatnya menjadi wakil presiden Agustus.Ia memimpin hakim oposisi untuk menggulingkan pemimpin Hosni Mubarak, tetapi menghindari imbauan untuk menjadi kandidat presiden, dengan mengatakan ia ingin tetap menganut politik yang independen.Mekki sebelumnya mengisyaratkan kepada media Mesir ia sedang mempertimbangkan pengunduran diri.Saudara kandungnya Ahmed Mekki,adalah menteri kehakiman Moursi.Mahmud Mekki adalah salah satu dari hanya dua wakil presiden dalam lebih dari 30 tahun.Mubarak tidak pernah mengisi jabatan itu selama 30 tahun berkuasa, sampai ia mengangkat kepala intelijen Omar Suleimwn memegang jabatan itu Februari 2011 di tengah-tengah pemberontakan yang akhirnya mengggulingkannya dia.Lahir di Iskandariyah tahun 1954, Mahmud Mekki belajar d akademi kepolisian dan adalah mantan pejabat di kementerian dalam negeri, di mana ia kemudian meninggalkan jabatan itu untuk bergabung pada pengadilan. (Antara/AFP/arh) (Foto: Reuters/Mohammed Salem)

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup