Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK INDONESIA : Penjualan Eceran di Kota Semarang Menurun

SEMARANG – Penjualan eceran di Kota Semarang pada November 2012 masih menunjukkan penurunan dengan indeks penjualan riil secara bulanan turun 1,11% akibat permintaan masyarakat  yang cenderung melemah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  19:18 WIB

SEMARANG – Penjualan eceran di Kota Semarang pada November 2012 masih menunjukkan penurunan dengan indeks penjualan riil secara bulanan turun 1,11% akibat permintaan masyarakat  yang cenderung melemah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY Joni Swastanto mengatakan meskipun angka penjulan eceran pada november 2012 itu masih menunjukkan penurunan, namun angka penurunan itu masih lebih kecil dari pada bulan sebelumnya yang mencapai 2,48%.

“Penurunan penjualan ini berkaitan dengan permintaan masyarakat yang cenderung melemah serta penurunan harga secara umum yang terlihat dari angka deflasi Kota Semarang pada periode ini tercatat sebesar 0,01%,” ujarnya, Juma (21/12/2012).

Namun, lanjut Joni, secara tahunan atau year on year, indeks penjualan eceran masih mengalami peningkatan sebesar 3,20%.

Joni memaparkan penurunan indeks penjualan riil secara bulanan selama November 2012 itu terjadi pada hampir semua kelompok komoditi yang disurvei.

“Penurunan terbesar pada kelompok sandang mencapai 8,89%, lalu kelompok bahan makanan 6,63%, kelompok peralatan pendidikan, rekreasi, dan olahraga 3,00%, serta   kelompok makanan jadi, minuman, dan tembakau 0,09%,” tuturnya.

Sementara, untuk kelompok komoditi yang mengalami kenaikan penjualan adalah kelompok perumahan dan bahan bakar. “Ini tercermin dari angka inflasi kelompok komoditi itu yang tercatat hanya sebesar 0,26%.,” ujarnya.

Joni mengatakan pada tiga dan enam bulan mendatang, sebagian besar pedagang mengekspektasikanbahwa harga secara umum akan mengalami peningkatan, dengan ekspektasi omset penjualan yang masih mengalami peningkatan dibanding kondisi saat ini.

“Demikian juga suku bunga kredit untuk tiga dan enam bulan mendatang diekspektasikan  oleh mayoritas responden akan mengalami peningkatan,” ujarnya. (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Reporter 1

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top