Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JURANG FISKAL AS: Partai Republik Tunda Voting Soal Kenaikan Pajak

WASHINGTON—Anggota Majelis Rendah AS dari Partai Republik memutuskan menunda pengambilan suara atas rencana kenaikan pajak versi juru bicara DPR John Boehner.
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  12:07 WIB

WASHINGTON—Anggota Majelis Rendah AS dari Partai Republik memutuskan menunda pengambilan suara atas rencana kenaikan pajak versi juru bicara DPR John Boehner.

Meskipun usulan itu datang dari salah satu kader Partai Republik yang paling berpengaruh, partai oposisi pemerintah itu memutuskan untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut dan langkah lanjutan yang akan diambil dalam pembahasan anggaran dengan pemerintah.

Republik telah berencana menggelar vote pada Jumat (21/12/2012) waktu setempat atas rencana Boehner menaikkan tingkat pajak bagi masyarakat berpenghasilan di atas US$1 juta per tahun. “Saya telah melakukan tugas saya dan mereka belum melakukan apa-apa,” kata Boehner.

Kay Granger, anggota parlemen dari Republik, menyatakan pihaknya tidak yakin vote itu akan digelar. Tanpa adanya keputusan baru dari Kongres, penghematan US$600 miliar akan berlaku secara otomatis mulai Januari 2013.

Pengetatan fiskal lewat kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran secara serentak, yang dikenal sebagai fiscal cliff, akan menekan kemampuan negara dalam menopang perekonomian yang belum pulih sepenuhnya setelah ambruk pada krisis keuangan 2008.

Gedung Putih menyatakan siap melakukan veto terhadap keputusan Boehner. Pada saat yang sama, pertentangan juga terjadi di dalam tubuh Kongres. Partai Demokrat yang mendominasi Senat menyatakan tidak akan mendukung usulan Republik yang mendominasi parlemen.

Meskipun belum ada kejelasan mengenai masa depan fiskal AS, kabar baik datang dari Departemen Perdagangan AS yang merilis data revisi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,1% pada kuartal III/2012 dari laporan sebelumnya yakni 2,7%. (Bloomberg/ara/spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top