TRAGEDI POSO: Kepolisian kesulitan buru penembakan

JAKARTA—Kepolisian  kesulitan memburu pelaku penembakan di Poso, Sulawesi Tengah, yang menyebabkan empat anggotanya meninggal Kamis (20/12). Kondisi medan yang terjal membuat aparat kesulitan membekuk pelaku penembakan.
Saeno | 21 Desember 2012 22:27 WIB

JAKARTA—Kepolisian  kesulitan memburu pelaku penembakan di Poso, Sulawesi Tengah, yang menyebabkan empat anggotanya meninggal Kamis (20/12). Kondisi medan yang terjal membuat aparat kesulitan membekuk pelaku penembakan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan kondisi medan yang berat menjadi kendala utama dalam penanganan gangguan keamanan di Poso, Sulawesi Tengah.

Menurutnya, wilayah baku tembak beberapa kali terjadi di daerah pegunungan atau perbukitan yang curam. “Dengan kejadian yang kemarin, setelah kita cek dengan Kapolda, memang medannya berat,” ujarnya dalam keterangan pers, hari ini (21/12).Dia menyampaikan pelaku penembakan lebih menguasai medan, sehingga sulit dikejar. Oleh sebab itu, sambungnya, aparat kepolisian mengerahkan sejumlah orang untuk memandu masuk ke perbukitan dan pegunungan. Polri pun menambah personil untuk memperkuat keamanan di Poso seiring dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, menurut Suhardi, polisi memperketat pemeriksaan pada jalur keluar dan masuk Poso.

“Kami juga bekerja sama dengan TNI untuk melakukan pengamanan dan pengejaran pelaku penembakan,” tambahnya.

Kamis (20/12), kelompok orang tak dikenal kembali membuat onar Poso, Sulawesi Tengah. Sebanyak empat anggota Brimob Polda Sulteng tewas dalam kontak senjata di Gunung Kalora, Poso. Keempat anggota Brimob yang tewas adalah Briptu Wayan P, Briptu Ruslan, Bripka Siswandi dan Briptu Winarto. Kejadian bermula saat sembilan anggota Regu Den B Brimobda Sulteng melaksanakan patroli rutin dengan menggunakan lima kendaraan bermotor dari Pos Kalora kearas Dusun Bhakti Agung. Kemudian, memasuki Kampung Tambarana di tikungan tanjakan Pondok Guntur secara mendadak diserang sekeleompok orang tidak dikenal bersenjata api sehingga terjadi kontak senjata. (msb)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendri T. Asworo

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup