Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program KESEHATAN IBU ANAK dikembangkan

JAKARTA: Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan USAID mengembangkan program kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak (KIBBLA), untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.Sebagai tahap awal, program ini dilaksanakan di tiga kabupaten
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  12:40 WIB

JAKARTA: Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan USAID mengembangkan program kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak (KIBBLA), untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.Sebagai tahap awal, program ini dilaksanakan di tiga kabupaten yang terdapat di tiga provinsi. Yaitu Bireun di Aceh, Serang di Banten, dan Kutai Timur di Kalimantan Timur.Untuk pelaksanaan program yang berlangsung selama 3 tahun ini, di butuhkan total dana sekitar US$9 juta, yang merupakan bantuan dari USAID.Kirana Pritasari, Direktur Direktorat Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, menuturkan dana tersebut dipakai untuk berbagai kegiatan selama program KIBBLA di tiga daerah itu.

Diantaranya untuk pembiayaan semiloka dua hari yang diadakan di Jakarta pada 19-20 Desember.Semiloka Pembelajaran KIBBLA Terpadu yang diikuti puluhan peserta dari tiga kabupaten tersebut, kata Kirana, tujuannya a.l. memperbaiki atau memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Selain itu memparbaiki layanan kesehatan dari sisi petugas, atau layanan kesehatan. Dan memperbaiki komponen manajemen kesehatan.Dari tiga model KIBBLA yang diterapkan ditiga kabupaten tersebut, ujarnya, diharapkan nantinya bisa dikembangkan dan direplikasikan di kabupaten lainnya di Indonesia."Kegiatan ini dilakukan dalam upaya percepatan pencapaian MDGs 4 dan 5, di bidang kesehatan ibu dan anak," kata Kirana di sela-sela semiloka di Jakarta, Kamis (20/12/2012).Program KIBBLA yang sudah berjalan sejak 2010 ini, untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, yang dilakukan pada beberapa level intervensi di masyarakat.Yakni menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan.

Selain itu meningkatkan manajemen sistem kesehatan daerah sesuai dengan desentralisasi dan otonomi daerah.   (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top