Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO PLN BATAM: Pemkot Disarankan Beli Mayoritas Saham

BATAM--Pemerintah kota Batam disarankan membeli saham PT PLN Batam pada saat peluncuran IPO perseroan tersebut agar bisa menjaga kelistrikan di kawasan ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  19:50 WIB

BATAM--Pemerintah kota Batam disarankan membeli saham PT PLN Batam pada saat peluncuran IPO perseroan tersebut agar bisa menjaga kelistrikan di kawasan ini.

 

Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, mengatakan pemerintah kota bersama DPRD kota Batam perlu segera mempertimbangkan pembelian saham PLN Batam agar bisa dialokasikan pembeliannya menggunakan APBD.

 

"Pemkot dianjurkan untuk mengambil saham PLN dan harus dari alokasi APBD. Sehingga mereka bisa mengontrol listrik di Batam," tuturnya di Batam, Kamis (20/12/2012).

 

Harry menegaskan Pemkot Batam harus ikut memiliki kebijakan mengontrol kelistrikan di Batam melalui kepemilikan pemegang saham di anak perusahaan PT PLN (Persero) tersebut.

 

Langkah awal, papar dia, Pemkot Batam harus mengumpulkan informasi dan menyusun strategic sales PLN Batam dalam peluncuran IPO.

 

Diperkirakan Pemkot Batam bisa membeli saham hingga 50% dari saham yang dilego PLN nantinya.

 

"Pemkot harus mengetahui berapa yang mau di lego PLN batam, kalau 20%, mereka beli 10%-nya," ujarnya.

 

Dengan pembelian saham sebanyak 50% tersebut, Pemkot Batam sebagai pemegang saham dominan nantinya bisa menempatkan direksi dan komisaris dalam PT PLN Batam.

 

Direksi dan komisaris itu diharapkan ditunjuk oleh Pemkot Batam berasal dari profesional yang menguasai bidangnya untuk bisa semakin mengontrol kelistrikan di Batam.

 

"Pemkot mesti bersepakat dengan DPRD untuk hal ini," katanya.

 

Harry juga menambahkan rencana IPO PLN Batam dipastikan tidak membutuhkan persetujuan dari Komisi XI DPR karena tidak adanya regulasi IPO anak perusahaan BUMN untuk melalui persetujuan DPR.

 

"PLN Batam anak perusahaan BUMN, tidak koordinasi dengan kami. Yang punya kewenangan Direksi BUMN-nya saja," tuturnya.

 

Untuk diketahui, sebelumnya Direktur Utama PT PLN Batam Dadan Koerniadipura menyatakan sebagai rencana mengupayakan pendanaan untuk investasi PLN Batam adalah dengan IPO.

 

Menurut catatannya, Dalam lima tahun ke depan PLN Batam membutuhkan investasi senilai Rp5 triliun dan pada 2021 butuh Rp11,6 triliun untuk menyuplai kelistrikan di Batam.(k17/k59)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Wahyu Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top