BKPMD SULSEL Catat Realisasi Investasi Rp18 Triliun Sepanjang 2010-2012

MAKASSAR--Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan mencatat realisasi investasi sepanjang Januari 2010 hingga September 2012 mencapai Rp18 triliun di daerah ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  18:05 WIB

MAKASSAR--Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan mencatat realisasi investasi sepanjang Januari 2010 hingga September 2012 mencapai Rp18 triliun di daerah ini.

 

Kepala BKPMD Sulsel Muhammad Arifin Daud mengatakan realisasi investasi tersebut secara persentase telah mencapai 75% dari proyeksi 3 tahunan yang ditetapkan Pemprov Sulsel yang mencapai Rp24 triliun hingga akhir 2013.

 

"Investasi yang telah direalisasikan hingga September 2012 bersumber dari 158 proyek yang masuk di Sulsel. Kami berharap hingga akhir 2013, investasi Sulsel bisa melampaui ekspektasi sebesar Rp24 miliar," kata Arifin, Kamis (20/12/2012).

 

Menurutnya, capaian per September 2012 tersebut diklaim sebagai bukti jika Sulsel sebagai daerah yang iklim investasi kondusif yang ditunjang banyaknya perusahaan skala lokal maupun luar negeri mengembangkan bisnisnya di daerah ini.

 

Adapaun secara tahunan, berdasarkan data BKPMD Sulsel pada 2010 tercatat sebanyak 56 proyek pembangunan dengan realisasi investasi sebesar Rp7,3 triliun, dan 2011 terdapat 57 proyek yang terealisasi dengan nilai investasi Rp4,8 triliun.

 

Sementara untuk tahun ini, hingga September 2012 jumlah proyek 45 dengan nilai realisasi investasi Rp6,1 triliun, yang terdiri dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai US$200 juta dan Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN) mencapai Rp3 triliun.

 

"Pertumbuhan investasi ini akan terus didorong Pemprov Sulsel pada tahun depan dengan memacu realisasi pembangunan sejumlah proyek infrastruktur maupun manufaktur. Ditargetkan, investasi tahun depan bisa mencapai Rp6,9 triliun," katanya.

 

Sejumlah megaproyek telah direncanakan untuk dikembangkan tahun depan yang diproyeksikan bisa mendongkrak investasi di Sulsel, di antaranya pengerjaan proyek kereta api Makassar-Parepare, pelebaran pelabuhan, pembangunan bendungan energi semen tonasa, pelebaran bandara, perluasan PT Vale dengan membangun pabrik di Sulbar dan Sulsel dengan investasi US$2 miliar.

 

Dukungan pemerintah daerah ini a.l dengan diterbitkannya peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Penanaman Modal Daerah, selain itu juga ditunjang dengan Peraturan Gubernur tentang pelayanan terpadu satu pintu, insentif dan kemudahan penanaman modal.

 

"Dan yang terpenting adalah dukungan dan koordinasi serta partisipasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota terutama dibidang penanaman modal," ujar Arifin.

 

Selain itu, lanjutnya, untuk lebih menggenjot penciptaan iklim investasi yang kondusif di Sulsel, BKPMD aktif menggelar kegiatan yang memberikan apresiasi perusahaan terbaik dan berprestasi bidang penanaman modal.

 

Pada 2012 ini, terdapat 13 perusahaan yang dinilai berkontribusi besar terhadap investasi Sulsel di antaranya PT Bosowa Energy yang membangun PLTU Jeneponto, PT Indofood CBP Sukses Nmakmur, PT Multi Sari Makmur dan PT Haji La Tunrung.

 

Sementara itu, Ketua Apindo Sulsel La Tunreng berharap Pemprov Sulsel fokus dalam pengembangan infrastruktur jalan khususnya untuk mempermudah akses pengiriman bahan baku produksi dari yang ada di daerah ini.

 

"Dari sisi perizinan, Pemprov Sulsel memang sudah lebih koperatif terhadap pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di Sulsel, sehingga yang sekarang mesti menjadi fokus pemerintah adalah pengembangan infrastruktur transportasi agar kegiatan distribusi bisa lebih lancar," kata La Tunreng. (K46)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Yanita Petriella

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top