Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICMI Pilih Marwah Daud Jadi Ketua Presidium

JAKARTA—Marwah Daud Ibrahim ditetapkan sebagai Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2013 menggantikan Nanat Fatah Natsir yang selesai menjalankan tugasnya.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  19:56 WIB

JAKARTA—Marwah Daud Ibrahim ditetapkan sebagai Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2013 menggantikan Nanat Fatah Natsir yang selesai menjalankan tugasnya.

Marwah terpilih setelah ICMI menggelar Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2012 yang berlangsung sejak 18 Desember hingga hari ini, Kamis (20/12). Silaknas adalah agenda rutin tahunan ICMI, selain sebagai ajang temu kader juga untuk meningkatkan peran ICMI dalam membangun kualitas umat.

Dalam sambutannya usai dipilih, Marwah memaparkan sejumlah program kerjanya yang berorientasi pada pengembangan peradaban Islam. Dia mengatakan sebagai negara dengan umat Muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan peradaban Islam.

"Ketika India mulai maju, masyarakat dunia menganggap peradaban Hindu ingin berkembang. Kini giliran Indonesia mengembangkan peradaban Islam dan ICMI harus mengambil peran besar," kata Marwah.

Menurutnya, setiap peradaban mengagungkan tuhan dan memberikan puncak teknologinya kepada dunia.

“ICMI bisa memberikan sumbangan besar dalam pengembangan peradaban Islam kepada dunia,” ujar wanita berkerudung tersebut.

Untuk Silaknas ICMI tahun ini berbarengan pula untuk kali pertama dengan penyelenggaraan ICMI EXPO 2012, yang seterusnya akan diagendakan sebagai acara tetap tahunan bersama dengan Silaknas ICMI.

Menarik dari pelaksanaan Silaknas ICMI 2012 dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah diundangnya beberapa tokoh-tokoh nasional yang berkeinginan maju sebagai calon Presiden RI di Pemilu 2014.

Sejumlah tokoh yang diundang antara lain Prabowo Subianto, Abu Rizal Bakrie, Surya Paloh, Mahfud Md, dan beberapa tokoh-tokoh nasional seperti mantan Presiden BJ. Habibie dan Megawati Sukarnoputri.

Kehadrian para capres tersebut tidak lepas dari tema Silaknas ICMI 2012 yang berkaitan dengan regenerasi kepemimpinan nasional menuju perbaikan ekonomi Indonesia.

Pada acara tersebut, para tokoh itu menguraikan visi dan misi mereka kepada para peserta yang hadir. Meski dihadiri banyak tokoh yang layak sebagai capres, ICMI menegaskan tetap netral. ICMI tidak memberikan dukungan secara khusus kepada calon-calon yang berpartisipasi."Fokus ICMI mendatangkan capres-capres ini hanya sebagai partisipasi kritis. Kami mengundang capres bukan karena kami ingin mendukung salah satu dari mereka. Kami independen," ujar Ketua Presidium ICMI sebelumnya, Nanat Fatah Nasir.

ICMI, ujarnya, mendatangkan mereka sebagai sarana untuk memberi wawasan masyarakat mengenai sosok dan visi-misi para tokoh tersebut.

Banyaknya tokoh politik yang mampu menjadi capres dan kemudian bergabung dengan ICMI menjadi salah satu bukti netralnya wadah berkumpulnya para cendekiawan tersebut, ujarnya. “Sikap netral itu lah yang menjadi salah satu sikap cendekiawan,”  ujarnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top