Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU JENEPONTO Mampu Suplai 30% Kebutuhan Listrik Sulsel

JENEPONTO, Sulsel--Bosowa Group memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto mampu menyuplai daya listrik hingga 30% dari total kebutuhan di Sulawesi Selatan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  11:46 WIB

JENEPONTO, Sulsel--Bosowa Group memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto mampu menyuplai daya listrik hingga 30% dari total kebutuhan di Sulawesi Selatan.

CEO Bosowa Group Erwin Aksa mengatakan PLTU Jeneponto berbahan bakar batu bara dengan tipe circulating fluidised bed (CFB) secara keseluruhan mampu menghasilkan daya listrik 500 mega watt (MW) untuk menyuplai kebutuhan listrik Sulsel.

"Untuk line 1, PLTU berkapasitas 2 x 125 MW sudah siap menyuplai kebutuhan listrik Sulsel yang pendistribusiannya melalui jaringan yang terintegrasi dengan PLN," ujar Erwin di sela-sela peresmian PLTU Jeneponto, Rabu (19/12/2012).

Menurutnya, PLTU line 1 yang terdiri dari 2 unit mesin pembangkit telah terintegrasi dengan jaringan PLN, di mana unit pertama mulai tersalurkan dan terhubung dengan jaringan PLN Sulselrabar sejak Agustus 2012, sementara unit kedua pada Oktober 2012. 

Adapun nilai investasi yang terserap pada proyek ini, untuk line 1 sebesar US$250 juta yang pembiayaannya berasal dari perbankan dengan komposisi 70% dan sisanya berasal dari dana internal korporasi. 

"Dengan hadirnya PLTU Jeneponto, pasokan kebutuhan listrik Sulsel bisa lebih terjaga sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, tapi juga mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk industri skala kecil menengah dan industri besar," paparnya. 

Sementara untuk penggunaan bahan bakar, lanjutnya, PLTU Jeneponto line 1 diestimasi akan menghabiskan 4.000 ton batu bara yang didatangkan dari Kalimantan. (K46) (Foto: bisnis-kti.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top