Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Seribuan ternak unggas di Pekalongan mati mendadak

PEKALONGAN -Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekalongan melakukan test cepat atau rapid test sejumlah ternak unggas piaraan di wilayahnya menyusul kasus matinya seribuanbebek di Kota Batik itu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  12:59 WIB

PEKALONGAN -Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekalongan melakukan test cepat atau rapid test sejumlah ternak unggas piaraan di wilayahnya menyusul kasus matinya seribuanbebek di Kota Batik itu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekalongan, Ujang Sutarno mengataka sampai dengan November 2012 sedikitnya 1.118 unggas jenis bebek ditemukan mati mendadak.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Balai Besar Penelitian Veteriner Yogyakarta, hewan ternak itu mati karena positif terserang virus flu burung atau 'avian influenza (AI)'," kata Ujang Sutarno, Selasa (18/12/2012).

Menurut dia, hewan ternak yang mati tersebut tersebar di sejumlah lokasi berbeda, yaitu di Kelurahan Gamer sebanyak 300 ekor bebek , Degayu 290 ekor, dan sisanya di Kelurahan Duwet.

"Untuk menindaklanjuti temuan hewan ternak yang mati mendadak itu, kami melakukan "rapid test" guna mengetahui kemungkinan kematian itik itu akibat serangan flu burung," katanya.

Ia mengatakan bahwa kasus matinya mendadak seribuan itik ini merupakan kali pertama ditemukan di Kota Pekalongan.

Namun untuk mengantisipasi penyebarab virus flu burung agar tidak menular pada manusia, katanya, para peternak diimbau aktif melakukan penyemprotan desinfektan dan vasinasi pada kandang ternak.

Menurut dia, selain itu, Pemkot Pekalongan juga telah menyaiagakan tim petugas survei dan pencegahan penyakit virus flu burung untuk memantau dan menaggulangi meluasnya virus AI.

"Tim petugas itu akan bergerak cepat mersepon masyarakat dengan turun langsung ke lapangan jika dalam lokasi itu terjadinya kasus flu burung," katanya. (Antara/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top