Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI SUMUT: Sumut Bangun 2 Unit Pengolahan&Pemasaran Karet

MEDAN-Dinas Perkebunan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara berencana membangun dua unit pengolahan dan pemasaran bahan olahan karet pada 2013.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  09:44 WIB

MEDAN-Dinas Perkebunan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara berencana membangun dua unit pengolahan dan pemasaran bahan olahan karet pada 2013.

 

Kedua Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet (UPPB) ini masing-masing akan dibangun di Kabupaten Nias dan Kabupaten Tapanuli Selatan untuk meningkatkan daya saing karet produksi petani di provinsi ini.  

 

Ida Yani Pane, Kepala Bidang Industri Kecil Agro Hasil Hutan (IKAHH) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut mengatakan Sumut merupakan provinsi kedua setelah Jambi yang memiliki UPPB.

 

“Kapasitas produksi 800 kilogram karet per 3 hari per unit UPPB. Ini merupakan sebuah program untuk meningkatkan kualitas karet yang dihasilkan petani, serta sebagai wadah tempat petani mendapatkan informasi terutama pemasaran,” katanya, Senin (17/12) malam.

 

Dia juga berharap dengan dibangunnya 2 unit UPPB ini di Sumut, petani karet di Sumut tidak tertipu oleh tengkulak lagi, pendapatan petani bertambah yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Pembangunan dua unit pabrik pengolahan dan unit pemasaran bokar ini mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian No. 38/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet (Bokar),” ujarnya.

 

Sebelumnya harga karet ekspor Indonesia terus melemah menjadi di bawah US$3 per kilogram akibat harga minyak mentah turun lagi di pasar menjadi US$88,34 per barel dalam pasar perdagangan berjangka.

 

"Benar, harga karet ekspor tren melemah lagi di bawah US$3," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah.(k10/yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tomi Razali

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top