RUANG RITEL: Didominasi Pusat Belanja Sewa Tahun Depan

JAKARTA--Pasokan baru ruang ritel di Jakarta tahun depan didominasi pusat belanja sewa karena sepinya minat akan ruang ritel strata title.Handaka Santosa, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI)Jakarta, mengatakan saat ini pengembang
Anggriawan Sugianto
Anggriawan Sugianto - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  14:25 WIB

JAKARTA--Pasokan baru ruang ritel di Jakarta tahun depan didominasi pusat belanja sewa karena sepinya minat akan ruang ritel strata title.Handaka Santosa, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI)Jakarta, mengatakan saat ini pengembang masih lebih suka membangun pusat belanja sewa karena penataan tenant-nya lebih rapi dan mudah dibandingkan dengan strata title."Ruang ritel strata title atau Trade Center, karena kepemilikan tiap kios bisa berbeda orang, maka penataannya cenderung kurang bisa fix. Beda dengan sewa yang peruntukan areanya sudah tercantum dari awal kontrak," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (18/12).Lembaga riset properti Cushman & Wakefield Indonesia mencatat dari total kumulatif ruang ritel di Jakarta hingga Desember 2012 yang sebanyak 3,8 juta m2, strata title hanya menyumbang sekitar 30% atau setara 1,13 juta m2. Tingkat okupansi pusat belanja strata title juga hanya 67,2%, jauh di bawah sewa yang mencapai 87,4%.Jakarta Selatan memberi kontribusi terbesar, yaitu 844.800 m2 atau 22,1% dari total pasokan, diikuti oleh Jakarta CBD sebesar 801.900 atau 21,0%. Sementara itu, Jakarta Utara dan Barat masing-masing memberikan kontribusi sekitar 758.900 m2 dan 660.400 m2. Jakarta Pusat and Timur menyumbang sisanya, sebesar 439.800 m2, dan 317.700 m2 dari total pasokan ritel di Jakarta.Arief Rahardjo, Head of Research &Advisory Cushman &Wakefield Indonesia, menambahkan karena kinerjanya belum membaik, tidak ada pasokan pusat perbelanjaan strata title baru yang masuk pasar Jakarta pada 2013. Empat pusat perbelanjaan baru pada tahun depan merupakan pusat perbelanjaan sewa."Proyeksi tambahan pasokan sebesar 283.100 m2, dan rerata tingkat hunian mencapai 81,7% pada akhir 2013, seiring penyelesaian interior dan pembukaan tenant di pusat perbelanjaan baru itu," terangnya.Dengan masuknya empat pusat belanja baru tadi, maka total pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta diperkirakan mencapai 4,1 juta m2. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top