SIDANG PARIPURNA: Rancangan APBD Kota Semarang 2013 defisit Rp235,2 miliar

SEMARANG - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2013, Senin (17/12/2012)  disahkan dengan defisit sebanyak Rp235,2 miliar melalui putusan rapat paripurna DPRD setempat  tadi.Dalam rapat paripurna yang
News Editor | 17 Desember 2012 17:54 WIB

SEMARANG - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang Tahun Anggaran 2013, Senin (17/12/2012)  disahkan dengan defisit sebanyak Rp235,2 miliar melalui putusan rapat paripurna DPRD setempat  tadi.Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Semarang Rudi Nurrahmat dan dihadiri Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, seluruh peserta rapat menyatakan setuju terhadap RAPBD Kota Semarang 2013 dengan rincian untuk pendapatan Rp2,4 triliun dan belanja Rp2,6 triliun, sehingga defisit Rp235,2 miliar.Ketua Komisi D DPRD Kota Rukiyanto meminta APBD Kota Semarang Tahun 2013 dapat terserap dengan maksimal karena terkait bantuan sosial dan hibah sudah disiapkan pada tahun ini.Selain karena tidak terserapnya bantuan sosial dan hibah, faktor lain karena gagal lelang yang disebabkan oleh pihak ketiga yang tidak berani terkait dengan singkatnya waktu pengerjaan dan tidak ada peminatnya."Tahun ini banyak anggaran yang tidak dapat terserap karena terbentur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial," katanya.Dari Rp235,2 miliar tersebut, kata Rukiyanto, sekitar Rp100 miliar dianggarkan untuk bantuan sosial dan hibah.Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Fajar Adi Pamungkas berharap penyerapan dana bansos dan hibah pada 2013 dapat maksimal karena sudah ada penyesuaian sejak tahun ini.Apalagi, katanya, pada 2012 sudah ada pengajuan untuk bantuan sosial dan hibah sehingga tahun depan dapat terealisasi dengan baik.Dalam rapat paripurna tersebut juga ada persetujuan pemberian tambahan penghasilan pegawai untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Semarang Tahun 2013.  (Antara/Endot Brilliantono)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup