Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UKM ROKOK: Harga pita cukai naik, produksi pengusaha kecil kian tertekan

MALANG: Produksi rokok skala kecil di Kabupaten Malang Jawa Timur menunjukkan tren penurunan dipicu kenaikan pita cukai maupun cengkeh. Selain itu banyak industri rokok utamanya di Kabupaten Malang yang mulai tumbang akibat tingginya harga bahan baku
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  18:36 WIB

MALANG: Produksi rokok skala kecil di Kabupaten Malang Jawa Timur menunjukkan tren penurunan dipicu kenaikan pita cukai maupun cengkeh. Selain itu banyak industri rokok utamanya di Kabupaten Malang yang mulai tumbang akibat tingginya harga bahan baku tersebut.

Marketing Manager Pabrik Rokok (PR) Bintang Sayap Insan Kepanjen Kabupaten Malang Ardi mengatakan kenaikan pita cukai dan cengkeh dirasakan berat bagi industri rokok skala kecil.

“Tentunya berat bagi PR seperti kami karena regulasi selama 2011-2012 kenaikan pita cukai hingga mencapai Rp110.000 per bal untuk rokok 16 batang,” kata Ardi kepada Bisnis di Malang, Sabtu (15/12).

Selain itu harga cengkeh pada tahun lalu juga cenderung melejit dan menembus level Rp140.000 per kg dari sebelumnya Rp60.000 per kg. Kondisi tersebut tentunya memukul sekaligus mengancam eksistensi PR skala kecil. Karena untuk menaikkan harga jual rokok mengikuti kenaikan yang mencapai Rp110.000 per bal itu jelas sulit dilakukan.

“Karena kenaikan harga jual rokok tidak bisa dilakukan dengan cepat mengikuti kenaikan pita cukai tersebut.”

Sementara keberadaan cengkeh di pasaran yang menjadi bahan baku utama setelah tembakau juga cenderung terbatas. Karena cengkeh lebih banyak dikuasai oleh pabrikan rokok besar.

“Produksi cengkeh per tahun bisa diukur. Sehingga keterbatasan produksi tersebut menjadikan harga cengkeh melejit. Dan bagi PR yang tidak bisa membeli dengan harga tinggi jelas terancam eksistensinya.”

Sehingga adalah wajar jika banyak PR di Kabupaten Malang mulai bertumbangan. Dari sebelumnya sebanyak 300 PR saat ini menyusut dan hanya tinggal tak kurang 70 PR saja.

Kondisi juga diprediksi akan berat karena pada 2013 mendatang pita cukai juga dimungkinkan masih naik. Jika pita cukai kembali naik maka industri rokok di Kabupaten Malang jelas akan semakin terancam eksistensinya.

Apalagi biaya produksi juga akan semakin meningkat tajam seiring kenaikan tarif dasar listrik (TDL) maupun upah minimum kabupaten (UMK) pada 2013. Sementara jumlah karyawan yang ada di PR jumlahnya mencapai ribuan orang. (k25/arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top