Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARI MIGRAN: Seribu Buruh di Hong Kong Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Gaji

HONG KONG--Sekitar seribu pekerja rumah tangga migran dari Asia Tenggara melakukan unjuk rasa di Hongkong untuk memperingati Hari Migran Internasional serta mendesak kondisi kerja lebih baik dan kenaikan gaji.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  20:41 WIB

HONG KONG--Sekitar seribu pekerja rumah tangga migran dari Asia Tenggara melakukan unjuk rasa di Hongkong untuk memperingati Hari Migran Internasional serta mendesak kondisi kerja lebih baik dan kenaikan gaji.

Suasana meriah ketika pemrotes, sebagian besar dari Indonesia dan Filipina, bernyanyi dan meneriakkan slogan di kantor pusat pemerintah. Demikian pewarta foto AFP.Unjuk rasa itu bertepatan dengan Hari Migran Internasional yang ditetapkan Majelis Umum PBB tahun 2000 ketika menyetujui satu resolusi yang melindungi hak-hak pekerja migran dan para anggota mereka."Pemerintah berusaha keras untuk mengecualikan para pekerja migran Asia memperoleh gaji yang setara," kata Eni Lestari dari Indonesia, juru bicara para penyelenggara unjuk rasa Badan Koordinsi Migran Asia kepada AFP, Minggu (16/12/2012).Kata Lestari para pekerja rumah tangga asing yang biasanya tinggal dengan para majikan tidak memiliki standar jam kerja dan bekerja bisa sampai 20 jam sehari. Lestari telah bekerja di Hong Kong selama 12 tahun sebagai pembantu rumah tangga.Ketua juru bicara prganisasi United Filipinos, Dolores Balladares mengatakan upah minimum bulanan bagi pekeraja rumah tangga asing ditingkatkan hanya 60 dolar Hongkong (US$7,7) dalam 13 tahun belakangan ini menjadi 3.920 dolar HongKong jauh dari mencukupi biaya hidup yang meningkat.Para peserta juga memprotes masalah hak tempat tinggal di kota itu. Pada Maret, satu pengadilan lokal membatalkan satu keputuan penting yang membuka pintu bagi ribuan pembantu rumah tangga asing untuk mengklaim tempat tinggal permanen di kota China selatan itu.Di Hong Kong terdapat lebih dari 300.000 pembantu rumah tangga asing terutama dari Indonesia dan Filipina, juga dari Thailand, Sri Lanka dan Nepal.Banyak di antaranya mengirimkan sebagian dari gaji mereka keluarga masing-masing di negerinya,yang memberikan suatu devisa besar bagi ekonomi Indonesia dan Filipina.(Antara/ems) (Foto: buruhmigran.or.id) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Muhammad Khamdi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top