Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Siapa calon presiden 2014?

JAKARTA: Ada dua pernyataan yang kerap terdengar jika pembicaraan mengarah kepada topic Pilpres 2014. “Ah…dia lagi, dia lagi..” atau “Belum ada figure alternative…”
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  06:05 WIB

JAKARTA: Ada dua pernyataan yang kerap terdengar jika pembicaraan mengarah kepada topic Pilpres 2014. “Ah…dia lagi, dia lagi..” atau “Belum ada figure alternative…”

Boleh jadi. Nama Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Wiranto, Hidayat Nur Wahid, Hamengkubuwono, Akbar Tandjung. Kalaupun ada nama lain, merekapun wajah lama yang kali ini mencalonkan diri. Setujukah anda dengan calon itu menjadi presiden Indonesia?

Kasus kemenangan Joko Widodo pada Pemilihan Gubernur DKI 2012 atau Pilpres 2004 saat Susilo Bambang Yudhoyono menang pertama kali, boleh jadi, melatarbelakangi kedua pernyataan di atas. Mereka menginginkan orang baru, yang rekam jejaknya lebih menjanjikan.

Atau bukan dari orang yang selama ini berkiprah di pentas politik Indonesia. Bukan dari kalangan politisi partai.  Sosoknya lebih menggambarkan kepedulian pada orang kebanyakan, tidak materialistis, tegas, omongannya mudah diikuti, ada kepercayaan, tidak memiliki kasus.

Itulah mengapa sosok seperti Joko Widodo (Jokowi) menjadi mudah diterima warga Jakarta. Semua ukuran di atas begitu mudah terlihat dari sosok Jokowi. Sekuat apapun upaya untuk menggagalkan laju Jokowi –yang hanya didukung dua partai PDIP dan Gerindra—Jokowi tetap tampil sebagai pemenang.

Apalagi, sosok yang selama ini mendapatkan kepercayaan menjadi pimpinan di negeri ini, ternyata justru menimbulkan luka baru, yang justru lebih menyusahkan dan menyakitkan. Korupsi muncul di mana-mana.  Janji-janji masa kampanye, ditelantarkan.

Maka, tidak terlalu mengherankan, bila kemudian polling tidak selalu memberikan hasil yang konstan. Sosok yang menduduki posisi teratas, selalu berubah-ubah. Bahkan muncul kejutan. Misalnya, munculnya Mahfud MD. Sosok yang memperlihatkan ‘tongkrongan’ yang berbeda, rada ‘pinggiran’.

Kini, masyarakat seperti enggan terperosok lagi.  Sikap itu membuat masyarakat lebih berhati-hati menentukan tokoh yang bakal jadi pimpinan mereka. Kondisi itu pula yang membuat sosok yang dipilih menjadi terkesan beragam. Itulah cermina masyarakat kini mencari sosok lain: yang lebih oke. Jokowi? (msb)

Hasil polling beberapa lembaga/institusi

Soegeng Sarjadi  Syndicate (SSS) 3-8 Oktober 2011

Prabowo Subianto                  28%
Mahfud MD                         10,6%
Sri Mulyani                            7,4%
Aburizal Bakrie                      6,8%
Said Akil Siradj                     6%
Din Syamsuddin                   5,22%
Pramono Edhie Wibowo     4,2%
Jusf Kalla                              4,0%
Djoko Suyanto                     3,2%
Hatta Rajasa                         2,8%
Surya Paloh                         2,5%

Jaringan Suara Indonesia (JSI)  10–15 Oktober 2011

Megawati Soekarnoputri   19,6%
Prabowo Subianto             10,8%
Aburizal Bakrie                   8,9%
Wiranto                                7,3%
Hamengkubowono X           6,5%
Hidayat Nur Wahid              3,8%
Surya Paloh                           2,3%
Sri Mulyani Indrawati          2,0%
Kristina Herawati                 1,6%
Hatta Rajasa                          1,6%
Anas Urbaningrum               1,5%
Sutanto                                 0,2%
Djoko Suyanto                     0,2%

Reform Institute Oktober 2011

Aburizal Bakrie                  12,58%
Prabowo Subianto              8,46%
Jusf Kalla                            7,06%
Hidayat Nur Wahid           5,17%
Kristiani Herawati             4,13%

Center for Policy Studies and Strategic Development

22 Januari-2 Februari 2012

Prabowo Subianto              16,4%
Hatta Rajasa                       14,6%
Aburizal Bakrie                  13,5%
Megawati Soekarnoputri   13%
Akbar Tanjung                   12,7%

Lembaga Survei Indonesia (LSI) 1–12 Februari  2012

Megawati Soekarnoput    22,2%
Prabowo Subianto           16,8%
Aburizal Bakrie               10,9%
Wiranto                           10,6%
Hatta Rajasa                      5,4%
Nama lain                        10,3%
Tidak memilih                 23,8%

Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) April 2012

Prabowo Subianto            20,0%
Aburizal Bakrie                18,0%
Hamengkubuwono X       11,0%
Hatta Rajasa                       6%
Kristiani Herawati            6%
Surya Paloh                        5%
Mahfud MD                       3%
Dahlan Iskan                     2%
Djoko Suyanto                   1%
Pramono Edhie Wibowo  1%
Tidak memberikan suara  23%

Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) 14–24 Mei 2012

Prabowo Subianto                     25,8%
Megawati Soekarnoputri          22,4%
Jusuf Kalla                                 14,9%
Aburizal Bakrie                         10,6%
Surya Paloh                               5,3%
Wiranto                                    4,6%
Hamengkubuwono X               3,7%
Sri Mulyani Indrawati              2,1%
Hidayat Nur Wahid                 1,8%
Kristiani Herawati                   1,8%
Akbar Tanjung                         1,3%
Djoko Suyanto                         1,0%
Pramono Edhie Wibowo         0,9%

Lingkaran Survei Indonesia(LSI) 2-11 Juni 2012

Megawati Soekarnoputri   18,3%
Prabowo Subianto              18,0%
Aburizal Bakrie                  17,5%
Hatta Rajasa                      6,8%
Kristiani Herawati            6,5%

Lembaga Survei Nasional 10–20 Juni 2012

Megawati Soekarnoputri   18,0%
Prabowo Subianto              17,4%
Aburizal Bakrie                  17,1%
Wiranto                             10,2%
Mahfud MD                        7,3%

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Martin Sihombing

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top