Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LONGSOR SUKABUMI: Jumlah korban masih simpang siur

JAKARTA—Jumlah korban yang masih tertimbun tanah longsor di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi simpang siur hingga Rabu (12/12).Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  18:27 WIB

JAKARTA—Jumlah korban yang masih tertimbun tanah longsor di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi simpang siur hingga Rabu (12/12).Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan beberapa sumber menyebutkan korban yang belum ditemukan ada 13 orang, 15 orang, 20 orang, bahkan ada yang 21 orang.“Para gurandil atau yang menggali emas ilegal di kawasan Kampung Cibangbang itu tidak mengaku dan mengenal semua penggali, sehingga sulit menetapkan jumlah korban jiwa,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (12/12).Namun, lanjutnya, aparat Kepolisian setempat masih mengembangkan informasi yang benar meski pencarian saat sore hari harus dihentikan karena cuaca tidak mendukung untuk melanjutkan evakuasi.Sebelumnya, pada Senin (10/12) sekitar pukul 17.00 WIB terjadi longsor di kawasan tersebut akibat hujan deras di kawasan Gunung Buleud, sehingga menimbun beberapa orang pencari emas ilegal yang melakukan penggalian.Akibat tanah longsor itu, sedikitnya 2 orang tewas, yaitu Yanto (21 tahun) dan Aep (45 tahun), keduanya warga Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi masih melakukan pendataan dan memberikan bantuan makanan siap saji sekitar 200 nasi bungkus per hari bagi tim SAR gabungan.Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Iwan, Kasie Logistik BPBD Sukabumi dengan nomer telepon 081563484999. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top