Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HEADLINE 12.12.12: Dari Kredit Investasi Hingga Saham Unggulan

JAKARTA-Sejumlah media cetak pada hari ini (12/12/12) memilih fokus utama pemberitaan yang beragam, mulai dari kredit investasi yang melesat 30% hingga saham unggulan dari empat sektor.Berikut rangkuman berita-berita utama media cetak di Ibu Kota:
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  06:51 WIB

JAKARTA-Sejumlah media cetak pada hari ini (12/12/12) memilih fokus utama pemberitaan yang beragam, mulai dari kredit investasi yang melesat 30% hingga saham unggulan dari empat sektor.Berikut rangkuman berita-berita utama media cetak di Ibu Kota:

 

Alihkan subsidi

 

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai beban subsidi energi sangat besar dan tidak rasional sehingga membuat struktur APBN menjadi tidak sehat.Untuk itu, subsidi energi sebaiknya dipotong dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur daerah. (Kompas)

 

Kredit investasi

 

Bank Indonesia (BI) untuk kesebelas kalinya mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) pada posisi 5,75%. Bank Sentral meyakini stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan akan meningkat. (Investor Daily)

 

Di bawah OJK

 

Selain mengurus perbankan dan lembaga keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat tambahan mandat mengurus dan mengawasi lembaga keuangan mikro dan koperasi. Dasarnya adalah Undang-Undang Lembaga Keuangan Mokri (LKM) yang telah disetujui dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Selasa (11/12). (Kontan)

 

Saham unggulan

 

Kinerja harga saham-saham dari sektor perdagangan dan jasa, properti, barang konsumsi dan infrastruktur tercatat naik signifikan dari 45 saham unggulan di daftar LQ45.Menurut analis, kinerja saham dari empat sektor tersebut merupakan pendorong utama kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan dari awal tahun hingga pekan kedua Desember 2012. (Indonesia Finance Today)

 

Skala prioritas

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tidak memiliki skala prioritas karena di satu sisi mengalokasikan dana yang besar untuk pos-pos yang kurang produktif sementara di sisi lain menyisakan sedikit porsi untuk pos-pos yang memberi konstribusi besar bagi pembangunan. (Neraca) (yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top