Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSI EMITEN: Bakrieland Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% Tahun Depan

JAKARTA--PT Bakrieland Development Tbk menargetkan bisa meningkatkan pendapatan minimal 20% dari proyeksi akhir tahun ini sebesar Rp2 triliun atau membukukan Rp2,4 triliun.
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  17:09 WIB

JAKARTA--PT Bakrieland Development Tbk menargetkan bisa meningkatkan pendapatan minimal 20% dari proyeksi akhir tahun ini sebesar Rp2 triliun atau membukukan Rp2,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Ambono Januarinto pertumbuhan tersebut didorong dari konsolidasi dan fokus usaha perseroan pada pengembangan proyek kawasan hunian pada masa mendatang, yang terbukti memiliki pasar dan margin yang signifikan. 

“Paling tidak tahun depan bisa meningkatkan pertumbuhan pendapatan 20% dari tahun ini,” tuturnya dalam Media Gathering Bakrieland Development, Rabu (12/12).

Pendapatan terbesar menurutnya masih dikontribusikan oleh  City Property di atas 50% terutama dari penjualan di kawasan superblok Rasuna Episentrum. Menurutnya trend city property masih baik selama lahan yang dimiliki masih ada.

Disusul dari pendapatan penjualan Landed Residential dan hotel dan resort yang masing-masing menyumbang sekitar 20%. “Untuk pendapatan yang awalnya dikontribusi jalan tol sebesar 5%, saya masih belum mengetahui akan masuk ke pos penjualan yang mana,” tuturnya.

Selain didukung dari peningkatan pendapatan, Ambono optimistis bisa membalik kondisi rugi bersih tahun ini menjadi laba bersih di tahun depan seiring dengan aksi perusahaan untuk mendivestasi aset jalan tol di akhir tahun ini.

Dia mengatakan dengan target penyelesaian transkasi jual beli aset tol maka beban usaha yang selama ini ditanggung perusahaan akan terselesaikan.

Menurutnya, anak usaha yang bergerak di bidang tol Bakrie Toll Road hanya berkontribusi sebesar 5% dari pendapatan atau sekitar Rp100 miliar per tahun. Sementara beban bunga yang ditanggung lebih tinggi yakni Rp158 miliar, sehingga perseroan harus menalangi gap sebesar Rp58 miliar. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top