Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGHINAAN TERHADAP HABIBIE: Pemerintah Didesak Sampaikan Protes Ke Malaysia

JAKARTA-Meski telah meminta Kemenlu mengambil langkah tegas atas penghinaan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin terhadap mantan Presiden RI BJ Habibie, Komisi I DPR belum akan memanggil Duta Besar negara tersebut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  13:15 WIB

JAKARTA-Meski telah meminta Kemenlu mengambil langkah tegas atas penghinaan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin terhadap mantan Presiden RI BJ Habibie, Komisi I DPR belum akan memanggil Duta Besar negara tersebut.

“Komisi I telah meminta kepada pemerintah melalui Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan nota protes kepada Malaysia. Pemanggilan Duta Besar belum ada pembahasan di Komisi I, hanya nota protes itu saja,” ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen hari ini (12/12).

Menurut politisi PKK ini, pernyataan kontroversi itu merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili Pemerintah Malaysia. Namun hal itu tetap disayangkan karena disampaikan oleh warga negara Malaysia yang mantan pejabat pemerintah terhadap tokoh besar RI.

“Itu ditujukan kepada Habibie sebagai mantan presiden. Itu pertimbangan kami (menyampaikan nota protes kepada Malaysia),” ujarnya.

Mahfudz mengakui penghinaan itu terkait dinamika politik di Malaysia dan menyangkut masalah antara Anwar Ibrahim dan pemerintah. Akan tetapi, ujarnya, sangat tidak pantas Anwar Ibrahim dikaitkan dengan menghina Habibie.

Sebagaimana diberitakan, mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin dalam tulisan berjudul 'Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim' yang diterbitkan harian Utusan Mayalsia, menyebut Habibie dan Anwar Ibrahim dog of imperialism. Secara harfiah memang kalimat itu bisa diterjemahkan bahwa Habibie sebagai anjing inperialis, namun juga bisa yang dimaksudkan adalah orang yang patuh pada kepentingan asing.

Tulisan tersebut muncul setelah Habibie menghadiri undangan mantan PM Malaysia Anwar Ibrhaim untuk memberikan ceramah demokrasi. Ceramah itu disampaikan di hadapan sivitas akademika Universitas Selangor, Penang, Malaysia. (yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top