Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HACKER BUMI: Peretas Itu Suka Meraba, Mengkopi, Mengubah Data

JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika menginstruksikan pelaku usaha meningkatkan kehati-hatiannya  atas kemungkinan tindakan peretasan (hacking) komputer oleh pihak lain.Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan seruan
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  15:52 WIB

JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika menginstruksikan pelaku usaha meningkatkan kehati-hatiannya  atas kemungkinan tindakan peretasan (hacking) komputer oleh pihak lain.Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan seruan kehati-hatian tersebut karena motivasi tertinggi pelaku peretasan terkait dengan masalah ekonomi.“Setelah kami runut semua, hacking itu  modus paling  tingginya ekonomi. Jadi semua pelaku ekonomi harus hati hati,” ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, Senin (10/12/2012).Peretas, ujarnya, saat membobol melakukan sejumlah tindakan, biasanya mereka  meraba data, meng-copy, menghancurkan, atau mengubah data.

Tifatul mengatakan kebanyakan pelaku peretasan  di Indonesia berasal dari luar negeri, yakni dari China, dan Rusia. Selanjutnya, Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat."Mereka scan, meraba.  Scan itu mengambil. Diraba  kan dibaca semua, nanti macam-macam manfaatnya. [dilakukan oleh] lawan tender [misalnya],” tegasnya.Menurutnya,  kasus peretasan makin tinggi, untuk itu diharapkan peningkatan kesadaran   keamanannya.Menkominfo mengatakan korban pelaku peretasan bisa melaporkan masalahnya ke aparat penegak hukum.“Kita akan membantu,  [menelusuri] siapa yang melakukan. Kalau di dalam negeri, cepat menangkapnya,” kata Tifatul.Dari aturan dalam UU yang ada di Indonesai, ujarnya, pelaku peretasan di Indonesia bisa terancam hukuman 6-12 tahun penjara.Sementara, ujarnya, jika pelakunya dari luar negeri, maka bisa di tempuh langkah melakukan koordinasi dengan kalangan interpol.Seperti diketahui perusahaan penyedia jasa teknologi informasi dari Inggris, G3 Contextmengungkapkan komputer pribadi milik Chairman Bumi Plc, Samin Tan dibobol pihak tertentu dan diduga telah mencuri data-data penting baik terkait Samin maupun Bumi Plc (Bisnis, 10 Desember 2012).Samin Tan dalam pesan singkatnya hari ini (10/12) membenarkan adanya pembobolan komputernya berdasarkan hasil pemeriksaan Context. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top