PASOK DAGING: Kota Balikpapan alami krisis

BALIKPAPAN--Balikpapan mengalami krisis daging. Pasokan yang ada masih kurang 15% dari permintaan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  18:05 WIB

BALIKPAPAN--Balikpapan mengalami krisis daging. Pasokan yang ada masih kurang 15% dari permintaan.

Kondisi ini dpicu oleh kebijakan pembatasan impor daging dan terbatasnya produksi di daerah pemasok seperti Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara.

"Di daerah produksi sapi itu terjadi peningkatan permintaan daging. Akibatnya, pasokan ke luar daerah dinomorduakan. Pasokan banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah penghasil. Daerah yang pasokannya bergantung pada daerha lain terkena imbasnya," ujar Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan Chaidar Chairulsyah, Senin (10/12/2012).

Dia menyebutkan kebutuhan sapi di Balikpapan mencapai 15.000 ekor per tahun. Peternak di Balikpapan hanya mampu memenuhi sekitar 1,1% kebutuhan. Sisanya didatangkan dari daerah lain yang memiliki produksi yang lebih besar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto mengakui salah satu penyebab lain adalah belum efektifnya rumah potong hewan (RPH) yang telah dimiliki oleh pemerintah. Kurangnya jumlah pejagal yang bekerja di RPH menjadi masalah ketika sapi yang telah datang harus mengantri untuk dipotong.

Dia mengusulkan untuk membangun fasilitas RPH yang dilengkapi peralatan yang lebih modern untuk memercepat waktu pemotongan. Seiring dengan peningkatan peralatan, tenaga kerja juga perlu dilatih untuk meningkatkan keterampilan kerja.

“Sehingga dengan tenaga kerja yang terbatas bisa dibantu dengan mesin yang akan memangkas waktu pemotongan,” pungkasnya.

Chaidar menambahkan masa pemeliharaan sapi yang mencapai 3 tahun --mulai dari bakalan hingga siap potong-- menyebabkan pihaknya memerlukan antisipasi jangka pendek. Dia berencana untuk melakukan penjajakan ke daerah produsen sapi lainnya untuk dapat menjamin ketersediaan pasokan sapi. 

Kendati demikian, dirinya, mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi ini. Sebab itu ikut mengerek harga daging sapi di pasaran. "Masyarakat diminta melakukan substitusi konsumsi daging sapi dengan daging ayam," ujarnya.

Selain itu, katanya, beberapa pedagang daging akan mengimpor daging beku asal Australia dan Selandia Baru untuk memenuhi kebutuhan pasokan di Balikpapan. Tambahan pasokan dari luar negeri, kendati dalam jumlah terbatas, diharapkan bisa menjadi cadangan dalam menjaga ketersediaan stok di Balikpapan. (msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top