Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERIZINAN IMPOR: Hanya Perlu 1 Bukti Hubungan Istimewa

BATAM-- Kalangan importir bisa memperoleh bukti Hubungan Istimewa dengan hanya memiliki salah satu dari enam bukti sebagaimana yang tercantum dalam permendag No.59/2012.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  14:57 WIB

BATAM-- Kalangan importir bisa memperoleh bukti Hubungan Istimewa dengan hanya memiliki salah satu dari enam bukti sebagaimana yang tercantum dalam permendag No.59/2012.

 

Kepala Sub Direktorat Penanaman Modal BP Batam Khairul mengatakan importir tidak perlu mengurus keseluruhan enam bukti hubungan istimewa tersebut dengan prinsipal di luar negeri.

 

"Hubungan Istimewa hanya perlu salah satu bukti saja," ujarnya, Senin (10/12/2012).

 

Dia menyebutkan hubungan istimewa dapat diperoleh melalui persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian terhadap suatu kegiatan ekonomi.

 

Antara lain kepemilikan saham, anggaran dasar, perjanjian keagenan/distributor, perjanjian pinjaman (loan agreement) atau perjanjian penyediaan barang (supplier agreement).

 

Hubungan istimewa ini, lanjut dia, diperlukan kalangan importir agar dapat mengimpor kelompok/jenis barang lebih dari satu.

 

Khairul menjelaskan ketentuan hubungan istimewa ini diatur khusus dalam Permendag No.59/2012 dan ketentuan angka pengenal importir wajib mengimpor untuk satu kelompok/jenis barang diatur dalam Permendag No.27/2012 yang merupakan revisi dari Permendag No.45/2009.

 

"Kalangan importir dihimbau agar memenuhi Permendag ini sebelum berlaku 1 Januari 2013 mendatang," katanya.(k17/k59)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Wahyu Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top