Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT MOTOR: WOM Finance catat booking Rp6 triliun

JAKARTA: Emiten pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Wom Finance) membukukan pembiayaan (booking) sebesar Rp6 triliun per Oktober 2012 di tengah melambatnya pertumbuhan industri otomotif roda dua.Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 November 2012  |  10:32 WIB

JAKARTA: Emiten pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Wom Finance) membukukan pembiayaan (booking) sebesar Rp6 triliun per Oktober 2012 di tengah melambatnya pertumbuhan industri otomotif roda dua.Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan proyeksi pertumbuhan industri otomotif, khususnya kendaraan roda dua, di dalam negeri cenderung melambat."Booking kami Rp6 triliun sampai Oktober. Turun tipis 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya, Jumat (23/11).Djaja menuturkan dalam beberapa bulan terakhir segmen pembiayaan dengan prinsip syariah tumbuh tinggi menyusul penerapan uang muka (down payment/DP) minimal kredit (loan to value/LTV) konvensional sebesar 30%.Dia menyebutkan rata-rata porsi pembiayaan syariah di kami saat ini 75% - 80% dari total pembiayaan setiap bulan.Masyarakat, ujarnya, mengalihkan pilihan jenis pembiayaan dari konvensional ke jenis pembiayaan berbasis syariah."Trennya mulai naik sejak penerapan DP LTV. Sekarang porsi syariah ke seluruhan 18%. Kami tidak mengarahkan syariah menjadi 50 : 50, tetapi permintaan konsumen," ujarnya.Pada tahun depan, ujarnya, perseroan tetap fokus pada pembiayaan sepeda motor baru. Namun begitu, ujarnya, pihaknya juga tidak meninggalkan segmen pembiayaan sepeda motor bekas.Pada tahun ini, ujarnya, komposisi portofolio antara pembiayaan sepeda motor baru dan pembiayaan sepeda motor bekas mencapai 77 : 23. Pihaknya akan sedikit menggeser komposisi tersebut menjadi 70 : 30 pada tahun depan.Direktur Marketing WOM Finance Simon Tan Kian Bing menambahkan untuk kelancaran bisnis pembiayaan pada tahun depan pihaknya membutuhkan pendanaan sekitar Rp8 triliun.Menurut dia, sebagian besar kebutuhan pendanaan yaitu sekitar Rp7,5 triliun akan dipenuhi dengan cara joint financing bersama sang induk PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk."Selain joint financing, kami juga mempertimbangkan kemungkinan untuk menerbitkan obligasi dan medium term note [MTN]," katanya.Direktur Manajemen Risiko Purwadi Indra Martono menuturkan untuk menjaga kualitas portofolio pihaknya memperbesar porsi portofolio yang dijual dengan menggunakan uang muka (down payment/DP) tinggi.Saat ini, ujarnya, porsi portofolio dengan DP tinggi mencapai 70% dari total portofolio bisnis. Sementara itu, sebanyak 30%-nya merupakan portofolio dengan DP rendah."Ke sini jualan memang turun, tetapi komposisi DP tinggi lebih tingi. Jadi lebih lancar. Sekedar gambaran, credit loss kami pada Januari 2011 kan sekitar 12%, kemudian turun menjadi 10% pada akhir 2011 dan sekarang turun lagi menjadi 7,5%," katanya. (arh)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Anggi Oktarinda

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top