Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROMOSI KORUPTOR: Aneh! Koruptor Kok Dipromosikan, ICW Desak Batalkan Promosi Azirwan

JAKARTA--Indonesia Corruption Watch mendesak Gubernur Kepulauan Riau untuk membatalkan pengangkatan mantan terpidana, Azirwan sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi Riau.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 17 Oktober 2012  |  19:48 WIB

JAKARTA--Indonesia Corruption Watch mendesak Gubernur Kepulauan Riau untuk membatalkan pengangkatan mantan terpidana, Azirwan sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi Riau.

Menurut ICW, promosi jabatan bagi seorang koruptor bakal menyuburkan praktik korupsi di Tanah Air. Hal itu berlawanan arus dengan upaya pemerintah dalam memerangi kejahatan kerah putih.

“Gubernur Kepulauan Riau harus membatalkan pengangkatan Azirwan sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan serta memecatnya sebagai PNS,” kata Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho di Jakarta, hari ini (17/10).

Menurutnya, Azirwan tidak pantas mendapatkan promosi jabatan setelah divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa menyuap untuk memuluskan pembahasan di Komisi IV DPR guna mendapatkan rekomendasi alih fungsi hutan.

Keputusan Gubernur Kepri untuk mengangkat Azirwan sebagai Kadis Perikanan dan Kelautan, paparnya,  salah dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Hal ini menunjukkan kegagalan kaderisasi dan reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Riau.

“Dengan pengangkatan Azirwan, menunjukan mulai terjadinya pergeseran dari sikap zero tolerance terhadap koruptor menjadi 100% tolerance terhadap koruptor. Koruptor dapat diterima atau diberikan kesempatan kembali bekerja di lingkungan pemerintah,” katanya.

Tidak hanya itu, pengangkatan Azirwan juga dinilai telah menyalahi aturan yang ada. Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang 43/1999 tentang Kepegawaian dan Peraturan Pemerintah 10/2000, Azirwan seharusnya dipecat dalam kapasitasnya sebagai PNS. (yus)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top