Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MANAJEMEN HEWAN QURBAN: Jatim bentuk tim pengawas

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur membentuk tim pengawas untuk pelaksanaan hewan korban saat hari raya Idul Adha 2012 dengan mengandeng tenaga profesional dari sejumlah perguruan tinggi.Beberapa PT yang dilibatkan Dinas Peternakan Jatim sebagai
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Oktober 2012  |  20:21 WIB

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur membentuk tim pengawas untuk pelaksanaan hewan korban saat hari raya Idul Adha 2012 dengan mengandeng tenaga profesional dari sejumlah perguruan tinggi.Beberapa PT yang dilibatkan Dinas Peternakan Jatim sebagai tim pengawas yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga dan Universitas Wijaya Kusuma.Kepala Disnak Jatim, Maskur mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan guna menyambut Hari Raya Idul Kurban tahun ini."Persiapan itu melibatkan sejumlah stakeholder yang meliputi proses pemantauan kondisi hewan, pelatihan pemotongan dan alokasi jumlah hewan kurban. Untuk itu akan dibentuk tim pemantau dan pengawas hewan qurban," kata Maskur kepada Bisnis, hari ini, (Selasa, 16/10).Maskur menerangkan untuk tahun ini, Jatim diprediksi membutuhkan hewan qurban jenis sapi mencapai 28.000 ekor dan jenis kambing mencapai 380.000 ekor."Untuk itu tim pengawas maupun pemantau akan dibentuk di setiap kabupaten maupun kota. Tenaga yang dilibatkan memiliki profesionalitas karena dari perguruan tinggi ternama, baik mahasiswa peternakan maupun dokter hewan."Disnak Jatim, kata Maskur, secara khusus bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi ternama di Jatim."Ketiga PT itu terdiri atas Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Ketiga PT yang menyuplai tenaga profesional dari kalangan mahasiswa dan alumninya," ujarnya.Maskur menyatakan tenaga profesional dari ketiga PT itu akan  membantu kegiatan mortem dan post mortem pada hewan kurban.Dia menjelaskan kegiatan mortem dan post mortem diperlukan untuk memastikan kondisi hewan kurban sesuai kriteria penyembelihan dan bebas dari penyakit."Sebelum dipotong ada proses mortem untuk  dipastikan apakah umur hewan dan kondisinya cukup. Begitu juga setelah disembelih harus dilihat apakah menderita penyakit misalnya yang paling sering mengandung cacing pita di hatinya."Disnak Jatim, lanjut dia, memberikan pelatihan teknik pemotongan yang sesuai kaidah agama dan ilmu peternakan kepada sekitar 200 takmir masjid se-Jatim.Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Ana Lutfie mengatakan proses peningkatan pengawasan di sejumlah titik untuk pelaksanaan hewan qurban guna mencegah penyebaran penyakit ternak."Karena Jatim merupakan daerah bebas anthrax, maka perlu melakukan pengetatan di daerah perbatasan agar jangan sampai ada rembesan dari daerah lain yang terindikasi endemis. Untuk itu Pemprov Jatim bekerjasama dengan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan," kata Lutfie kepada Bisnis, hari ini, (Selasa, 16/10).Lutfie memberikan apresiasi kepada kalangan PT yang telah bersedia membantu menjadi tim pengawas dalam proses pelaksanaan Idul Qurban tahun ini. (k21/Bsi) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Jibi

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top