Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUMAH BURUH: Pemprov Jabar Usulkan Pembangunan Rusunawa Di Karawang & Bekasi

BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan pembangunan rumah shelter untuk buruh kontrak di kawasan industri sekitar Jakarta pada Kementerian Perumahan Rakyat.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Denny Juanda Puradimadja
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Oktober 2012  |  16:58 WIB

BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan pembangunan rumah shelter untuk buruh kontrak di kawasan industri sekitar Jakarta pada Kementerian Perumahan Rakyat.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Denny Juanda Puradimadja mengatakan usulan ini adalah respons dari permintaan Kemenpera pada Pemprov Jabar menyediakan lahan di daerah penunjang Jakarta, seperti Karawang dan Bekasi untuk digunakan membangun rumah susun sewa (Rusunawa) bagi buruh di daerah industri beberapa waktu lalu.Menurut dia, Jabar kemudian melebarkan program tersebut pada usaha untuk pemenuhan perumahan bagi para buruh di Jabar.

“Kami sudah menggelar rapat dengan dinas tenaga kerja dan sejumlah serikat buruh, nanti di setiap kabupaten di data berapa buruh yang belum memiliki rumah,” katanya kepada Bisnis, Jumat (12/10/2012).Selain itu, sambungnya,  yang penting akan didata pula berapa banyak kebutuhan rumah transit untuk para buruh yang belum memiliki rumah. “Usulan kami untuk buruh yang dekat dengan pabrik-pabrik, di sekitar itu harus dibikin rumah transit,” ujarnya.Dia menegaskan keberadaan rumah transit penting karena ketika sebuah pabrik mengalami pertumbuhan, pegawai alih daya habis kontrak bisa meninggalkan rumah tersebut.Kepindahan para buruh penghuni rumah shelter ini nantinya akan dirujuk ke tempat dimana rumah susun sewa (rusunawa) atau rumah susun hak milik (rusunami) buruh berada. “Nanti sistemnya akan begitu, pekerja yang belum punya hunian tinggal di shelter, setelah rumahnya ada baru pindah. Rumah transit harus satu paket dengan rumah susun pekerja,” tuturnya.Denny berpendapat rumah shelter cocok jika digunakan oleh para tenaga alih daya yang keberadaanya di dekat pabrik sangat dibutuhkan. “Nanti yang akan membangun ini Kemenpera, Jabar hanya diminta menyediakan lahan, dalam dua minggu proposalnya kami serahkan,” ungkapnya.Dia menjelaskan jika luasan rumah shelter masih dibahas dengan dinas terkait. Untuk rumah susun dipastikan bangunannya akan memakan lahan sebanyak 3.000 meter persegi dimana satu menara akan memiliki 4-5 lantai.Kemenpera sendiri memberikan keleluasaan pada Pemprov Jabar untuk menentukan lokasi yang tepat untuk rumah susun buruh di luar wilayah penyangga Jakarta. “Nanti yang jadi pengelolanya adalah pemerintah daerah setempat,” paparnya.Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat, daerah yang akan menjadi percontohan rumah susun untuk para buruh adalah Bekasi dan Karawang. "Di dua daerah itu kebutuhan hunian para buruh cukup tinggi," katanya.Heryawan menambahkan saat ini Pemprov Jawa Barat  tengah melakukan pembahasan ketersediaan lahan itu dengan  pemerintah daerah setempat. “Jika lahan yang akan digunakan milik perseorangan, maka harus segera dibuat mekanismenya. Itu perlu agar ke depannya tidak terjadi permasalahan hukum,” ujarnya.Menurut dia, hal yang sama juga berlaku pada lahan milik pemerintah. “Tahapannya harus ditempuh sesuai prosedur berlaku. Pastinya, untuk pembangunan rumah susun bagi para buruh itu perlu kajian matang.”Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Hening Widiatmoko mengatakan permintaan lahan oleh Kemenpera pada Pemprov Jabar sudah pasti akan menggunakan lahan milik Pemprov. "Karena nantinya menggunakan lahan milik Pemprov, maka rumah susun tersebut hanya bisa disewa oleh buruh tidak bisa dimiliki,"katanya.Rumah susun sewa (rusunawa) buruh menurutnya adalah program yang awalnya dibuat oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan kemudian diteruskan Kemenpera.Pemprov Jabar memperoleh tugas untuk mencari lahan, sedangkan anggaran pembangunan Rusunawa berasal dari dana Kemenpera atau pihak lain. "Pematangan lokasi lahan saat ini masih dalam proses. Diharapkan tahun ini selesai, sehingga tahun depan pembangunan bisa dilakukan," kata Widi. (bas)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wisnu Wage Pamungkas

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top