Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPTOR HARUS DIPUBLIKASIKAN

Koruptor di negeri kita ini dapat diibaratkan sudah menjadi penyakit sosial yang akut. Obatnya tidak hanya dengan obat biasa, tetapi juga harus ada terapi kejut dengan hukuman mati dan dipublikasikan luas, agar keluarganya malu dan takut. Koruptor
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Oktober 2012  |  18:44 WIB

Koruptor di negeri kita ini dapat diibaratkan sudah menjadi penyakit sosial yang akut. Obatnya tidak hanya dengan obat biasa, tetapi juga harus ada terapi kejut dengan hukuman mati dan dipublikasikan luas, agar keluarganya malu dan takut. Koruptor harus diumumkan melalui media massa secara luas, agar masyarakat mengetahui siapa saja pelaku korupsi di Indonesia. Dengan publikasi luas diharapkan ada perasaan malu untuk melakukan tindak korupsi. Saya sangat setuju dengan yang dilakukan Sekretaris Kabinet Dipo Alam membeberkan peringkat partai-partai korup dalam kurun 2004-2011. Indikatornya ialah permohonan surat izin pemeriksaan pejabat negara dari partai politik terkait dengan kasus korupsi. Dengan demikian bisa diketahui partai mana yang bersih dan pantas dipilih dalam pemilu mendatang. Partai politik seharusnya menjadi saluran aspirasi masyarakat, tetapi kalau banyak anggota parpol yang korup, bagaimana aspirasi masyarakat ini bisa disalurkan? Untuk itu, sudah sepantasnya masyarakat pemilih mempertanyakan kepada wakil rakyat yang nota bene anggota partai politik, apakah aspirasi sudah ditindaklanjuti untuk kepentingan masyarkat atau belum. Semua pelaku koruptor pantas dipublikasikan di media massa, tidak boleh pandang bulu atau pilih kasih. Media seharusnya tidak hanya menyoroti Partai Demokrat saja, padahal Partai Demokrat pada urutan ketiga, sementara urutan pertama Partai Golkar dan kedua PDIP tidak begitu disorot. Ulasan sebaiknya berimbang dan fairfly, tidak berat sebelah. Saya setuju dan mendukung pelaku korupsi di hukum berat baik secara sosial, perdata, dan pidana, agar kapok dan tidak berani melakukan tindak korupsi lagi. Bahkan yang lain tidak berani melakukannya. KURNELIUS BUDI KUNCOROJl. Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta SelatanEmail: [email protected] 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top