Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MAHKAMAH KONSTITUSI: Putusan tolak beli saham newmont tidak bulat

JAKARTA: Putusan Mahkamah Konstitusi menolak pembelian 7% saham Newmont tanpa persetujuan DPR tidak bulat, 4 dari 9 hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda mengenai hasil putusan tersebut. Hakim konstitusi yang menyatakan pendapat berbeda (dissenting
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 31 Juli 2012  |  17:29 WIB

JAKARTA: Putusan Mahkamah Konstitusi menolak pembelian 7% saham Newmont tanpa persetujuan DPR tidak bulat, 4 dari 9 hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda mengenai hasil putusan tersebut. Hakim konstitusi yang menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion) adalah Harjono, Maria Farida Indrati, Achmad Sodiki dan Ahmad Fadlil Sumadi. Harjono dan Maria berpendapat pembelian 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara adalah bentuk kewajiban konstitusional negara. Kedua hakim konstitusi tersebut menyatakan dana yang harus disediakan untuk proses pembelian saham Newmont bukan investasi, namun merupakan biaya untuk merealisasi hak negara yang dituangkan dalam pasal 24 kontrak karya antara Newmont dengan pemerintah. Pemerintah, lanjut mereka, memiliki tugas mengambil alih kepemilikan Newmont karena kepemilikan oleh warga negara Indonesia atau badan usaha milik warga negara Indonesia kontraproduktif terhadap promosi kepentingan nasional yang dituangkan dalam kontrak karya. "Dengan pertimbangan tersebut di atas, adalah negara yang mempunyai kewajiban untuk promosi kepentingan nasional, dan bukan warga negara atau badan hukum yang dikendalikan oleh warga negara." ujar Harjono dan Maria dalam Putusan MK no. 2/SKLN-X/2012. Sodiki mengatakan mahkamah seharusnya mengabulkan permohonan pemerintah karena pengambilalihan sebagian saham Newmont adalah bagian dari amanat pasal 33 UUD 1945. (ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top