Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KULINER RAMADHAN: Waspadai Makanan Berformalin & Boraks

 
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 22 Juli 2012  |  16:59 WIB

 

JAKARTA: Tentunya Anda akan tergiur melihat makanan yang mengkilap, bersih,  berwarna cerah mencolok, dan tidak ada lalat atau sejenisnya terbang di sekitarnya? Eitt...tunggu dulu. Jangan langsung senang dan memakannya. Sebab, bisa jadi di dalamnya ada kandungan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Kandungan zat kimia dalam makanan tersebut adalah seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow. Secara kasat mata, bahan-bahan berbahaya tersebut tidak bisa terlihat, perlu pengujian khusus di laboratorium.

“Namun, dengan melihat warna-warna yang cerah berpendar pada makanan, dan tidak ada lalat di sekitarnya patut diduga makanan tersebut mengandung bahan pengawet seperti boraks,” kata Tri Asti Isnariani, Kepala Bidang Informasi Keracunan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM.

Dia mencontohkan ikan asin yang banyak dijual di pasar. Bila bentuknya mengilap dan tidak ada lalat di sekitarnya, pelu dicurigai kalau ikan asin tersebut sudah diberi pengawet seperti boraks.

Sementara itu, Budi Djanu Purwanto,  Kepala Biro Hukum dan Humas Badan POM, menambahkan bahan pangan olahan yang mengandung zat kimia sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pengawet formalin, misalnya, bisa memicu kanker. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya yang sangat menusuk. Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis, dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit, serta untuk pengawet mayat.

Makanan Formalin

Formalin sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Akibat yang ditimbulkannya berupa luka bakar pada kulit, reaksi alergi. Bila tertelan maka mulut, perut, dan tenggorokan akan terasa terbakar, sakit menelan, muntah, mual, dan diare.

Tidak jarang juga menyebabkan pendarahan. Dapat mengakibatkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, sistem syaraf pusat, dan ginjal. Bila tertelan formalin sebanyak 30 mm, sekitar 3 sendok makan, akan menyebabkan kematian.

Ciri-ciri pangan yang mengandung formalin, tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari di lemari es. Bau menyengat dari formalin, untuk mie basah tidak lengket dan tidak mudah putus, lebih mengkilat, bau.

Adapun untuk tahu agak keras, kenyal tetapi tidak padat. Ikan asin tidak dihinggapi lalat, dan tidak rusak disimpan lebih dari 1 bulan pada suhu kamar.

Sementara itu boraks merupakan senyawa berbentuk kristal putih tidak berbau. Banyak digunakan untuk campuran pembuatan gelas, pengawet kayu, salep putih, dan obat sariawan (borogliserin).

Cita-ciri produk pangan yang mengandung boraks seperti mie basah, bakso lontong, cilok, dan otak-otak adalah teksturnya kenyal, tidak lengket, warna cenderung agak putih, dan rasanya gurih. Sedangkan pada kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa getir.

Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Dilarang digunakan untuk pewarna pangan.

Sedangkan methanyl yellow adalah zat sintetis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat, atau serbuk yangdigunakan untuk pewarna tekstil dan cat.

Kedua zat tersebut (rhodamin dan methanyl yellow), sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata, dan tertelan. Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan, dan bahaya kanker hati.

Beberapa bahan pangan yang dicurigai memakai kedua bahan tersebut banyak terdapat pada kerupuk, terasi, gulali, dan sirup berwarna merah, dan jajanan yang berwarna merah terang. Sedangkan penyalahgunaan methanyl yellow a.l. pada mie, kerupuk dan jajanan lain yang berwarna kuning mencolok dan berpandar.

Ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna rhodamin B dan methanyl yellow, a.l. makanan berwarna merah atau kuning mencolok dan cenderung berpendar, serta banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen.

Jadi, hati-hatilah membeli pangan dan makanan untuk berbuka puasa atau untuk makan malam dan sahur. Terutama dalam membeli aneka kue dan kolak yang berwarna cerah dan mencolok. Begitu juga dengan sirup dan minuman yang banyak dijual di jalanan dan di pasar, perlu diwaspadai.

*) Tulisan ini disadur dari rubruk People di Bisnis Indonesia Weekend edisi 22 Juli 2012 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top