Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELANG RAMADAN: Harga Gula, Daging, Telur, Cabai Rawit Naik Signifikan

JAKARTA--Pemerintah mengamankan pasokan gula pasir, daging sapi, daging ayam dan telur di pasar, menyusul adanya indikasi terjadi peningkatan harga yang dinilai cukup signifikan dibandingkan komoditas lain menjelang Ramadan. 
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 19 Juli 2012  |  21:38 WIB

JAKARTA--Pemerintah mengamankan pasokan gula pasir, daging sapi, daging ayam dan telur di pasar, menyusul adanya indikasi terjadi peningkatan harga yang dinilai cukup signifikan dibandingkan komoditas lain menjelang Ramadan. 

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan dari pantauan pemerintah saat ini ada lima komoditas yang meningkat signifikan harganya di pasaran, yaitu telur ayam ras (naik 13,76% dibandingkan bulan sebelumnya), daging ayam (naik 8,39%), cabai rawit (8,3%), daging sapi (3,36%), gula pasir (5,24%). 

“Kami melaporkan kepada Presiden perkembangan kenaikan harga yang menonjol dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu telur ayam ras, daging ayam, cabe rawit, daging sapi, Gula pasir,” ujarnya, sesai sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana, Kamis (19/7/2012).Menyusul pantauan adanya kenaikan harga tersebut, Hatta mengatakan pemerintah melakukan tindakan konsentrasi untuk mengamankan pangan tersebut dengan melakukan tiga langkah.Pertama, untuk gula pasir dinilai terjadi peningkatan harga mengingat kalangan industri mengambil alokasi gula masyarakat, mengingat jatah gula industri kurang akibat peningkatan permintaan produk olahan manis menyusul adanya bulan ramadhan dan Lebaran.Untuk mengatasinya, pemerintah menambah pasokan sebanyak 260.000 ton untuk gula mentah sehingga bisa menstabilkan harga.“Gula industri karena kekurangan mengambil gula masyarakat. Akibatnya [harga] gula menaik,” ujarnya.Kedua, memenuhi kecukupan daging sapi. Meski begitu, pemerintah tidak akan melakukan impor langsung, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan hotel serta katering.Seluruhnya dipenuhi dari pasokan sapi lokal, sapi penggemukan impor, daging beku impor, yang stoknya di dalam negeri mencukupi.“Hanya daging kebutuhan industri yang kurang. Oleh sebab itu kita lakukan Impor 7.000 ton,” kata Hatta.Ketiga, untuk pengaman daging ayam dan telur ayam, pemerintah memperoleh jaminan dari kalangan asosiasi unggas akan adanya kecukupan ayam.Di samping, ujarnya, adanya instruksi Presiden untuk memperhatikan masalah peternak, utamanya kecukupan pakan.(bas)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top