Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Graff Diamonds tunda penawaran umum perdana

HONG KONG: Perusahaan perhiasan asal Inggris, Graff Diamonds, menunda penawaran umum perdana (IPO) di bursa Hong Kong karena banyaknya aksi jual di pasar modal seluruh dunia.Perusahaan yang dimiliki miliarder Laurence Graff itu menyalahkan kondisi pasar
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  11:09 WIB

HONG KONG: Perusahaan perhiasan asal Inggris, Graff Diamonds, menunda penawaran umum perdana (IPO) di bursa Hong Kong karena banyaknya aksi jual di pasar modal seluruh dunia.Perusahaan yang dimiliki miliarder Laurence Graff itu menyalahkan kondisi pasar yang merugikan ini sehingga memutuskan penundaan IPO di pusat keuangan wilayah China selatan itu.“Penurunan bursa yang konsisten membuktikan adanya halangan yang signifikan untuk melaksanakan transaksi saat ini,” kata perusahaan yang berbasis di London itu hari ini.Perusahaan perhiasan ini akan menjadi perusahaan merek mewah asing berikutnya yang melepas sahamnya di Hong Kong. Merek fashion ternama asal Italia, Prada, dan produsen koper, Samsonite, telah IPO tahun lalu.Perusahaan-perusahaan asing ini ingin mendapatkan pemodal dari China yang memiliki perekonomian terbesar di dunia itu dan ingin memperkenalkan mereknya kepada negara yang kebanjiran orang kaya baru itu.Dalam prospektus yang telah disampaikan sebelumnya kepada Bursa Efek Hong Kong, Graff merencanakan ekspansi ke Asia, terutama China, dengn pembukaan toko tahun ini di Hong Kong, Macau, Shanghai, Hangzhou, dan Tokyo.Meskipun ditunda, koran-koran di Hong Kong tetap mengiklankan IPO tersebut hingga hari ini. Dalam iklannya, perseroan ditulis akan melepas 311,2 juta saham senilai US$1,5 miliar dengan harga per saham setinggi-tingginya 37 dollar Hong Kong. (AP/03/faa)

 

BERITA LAINNYA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top