Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KERAMIK: Bea masuk anti dumping belum bisa direalisasikan

JAKARTA: Pelaku industri keramik menilai bea masuk anti dumping belum bisa direalisasikan sepenuhnya karena regulasi itu memerlukan kesepahaman antara pemerintah dan asosiasi.Achmad Widjaya, Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), menuturkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  17:10 WIB

JAKARTA: Pelaku industri keramik menilai bea masuk anti dumping belum bisa direalisasikan sepenuhnya karena regulasi itu memerlukan kesepahaman antara pemerintah dan asosiasi.Achmad Widjaya, Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), menuturkan pengenaan bea masuk anti dumping tersebut merupakan permintaan beberapa perusahaan, bukan asosiasi.Menurutnya, pemerintah perlu meminta persetujuan dari asosiasi serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membahas mengenai hal itu.“Pemerintah belum berkoordinasi dengan asosiasi, sebab pemerintah masih sibuk membahas mengenai bahan bakar minyak dan energi lainnya,” katanya hari ini.Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, pemerintah mengenakan bea masuk anti dumping pada produk keramik impor dari China, pada Selasa.

Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 58/PMK.011/2012, produk keramik yang dikenai bea masuk anti dumping berupa perangkat makan, perangkat dapur, peralatan rumah tangga lain, dan peralatan toilet.Peraturan tersebut menyebutkan pemerintah menetapkan impor produk keramik berupa perangkat makan dan perangkat dapur dari porselen atau tanah liat China yang masuk dalam pos tarif 6911.10.00.00 dikenai bea masuk anti dumping sebesar 87%.(api) 

 

BACA JUGA:

Skandal bola Liga Italia

Tender 3G molor, pemerintah bisa kena sanksi

Grasi Corby, apakah ada deal RI dengan Australia?

Sweeping software bajakan, BSA digugat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top