Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPB Mengenang "Bapak Sosiologi Perdesaan" Prof. Sajogyo

BOGOR: Untuk mengenang Prof. Sajogyo dikenal sebagai Bapak Sosiologi Perdesaan Indonesia, Institut Pertanian Bogor menggelar acara "In Memoriam Prof. Sajogyo" di International Convention Center, Kampus Darmaga Bogor.Acara kolaboratif antara
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  12:04 WIB

BOGOR: Untuk mengenang Prof. Sajogyo dikenal sebagai Bapak Sosiologi Perdesaan Indonesia, Institut Pertanian Bogor menggelar acara "In Memoriam Prof. Sajogyo" di International Convention Center, Kampus Darmaga Bogor.Acara kolaboratif antara institusi IPB maupun institusi di luar IPB ini selain untuk mengenang jasa-jasa Prof. Sajogyo, juga untuk mengkaji kembali relevansi pemikiran pemikiran Si Bapak Garis Kemiskinan ini, kemarin,Prof. Sajogyo  wafat pada 17 Maret 2012. Pemikirannya tentang konsep garis kemiskinan sampai saat ini masih banyak dipakai dan bahkan dikembangkan dalam berbagai modifikasi.Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Prof. Anas Miftah Fauzi dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema "Bukan Sekedar Garis" diharapkan dapat  menjadi sesuatu yang dinamis, mengkaji kembali apakah pemikiran pemikiran Prof. Sajogyo masih relevan dengan kondisi saat ini.Hal senada disampaikan oleh Wakil Presiden Boediono, melalui sambutan yang ditayangkan dalam rekaman video. Wapres menyebut karya karya Sajogyo yang sering dijadikan rujukan. Disebut juga bahwa beberapa pemikiran Prof. Sajogyo masih relevan, namun demikian saat ini penentuan garis kemiskinan semakin bervariasi dan kompleks.Penentuan batas garis kemiskinan menurut Prof. Sajogyo pada waktu itu menetapkan garis kemiskinan di pedesaan setara dengan 320 kg beras dan perkotaan sebesar 280 kg beras dan apabila dikonversikan ke dalam rupiah berkisar Rp160 ribu/kapita/bulan.Badan Pusat Statistik (BPS) pun terus mengembangkan kajian tentang garis kemiskinan. Tahun 2010, garis kemiskinan rata-rata perdesaan sebesar Rp 192.354 per kapita per bulan dan perkotaan sebesar Rp 232.988 per kapita per bulan. Sementara itu tahun 2011 sebesar Rp 233.740  (kota Rp 253.026 dan desa Rp 213.395).Sementara itu berdasarkan hasil penelitian dari  Fakultas Ekologi Manusia pada tahun 2011 ditemukan bahwa garis kemiskinan di kabupaten Bogor sebesar Rp 544.019 per kapita per bulan, sehingga berdasarkan penelitian ini garis kemiskinan Sajogyo dinilai terlalu rendah karena hanya berdasarkan standar hidup minimum dan belum merupakan standar hidup layak.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan bagi penentu kebijakan tentang perlunya merumuskan kembali garis kemiskinan.  (faa)

 

BACA JUGA:

* Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level terendah 4 bulan

* Ini dia saham pilihan untuk perdagangan hari ini

* Tunggu pengumuman stok, harga minyak bertahan US$90,76

 

SITE MAPS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top