Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ALIH FUNGSI LAHAN di Jateng meluas

SOLO : Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyoroti alih fungsi yang terjadi di lima daerah wilayah Soloraya, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan juga Kabupaten Sragen .Menurut dia akibat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  20:38 WIB

SOLO : Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyoroti alih fungsi yang terjadi di lima daerah wilayah Soloraya, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan juga Kabupaten Sragen .Menurut dia akibat tidak terkontrolnya alih fungsi lahan tersebut, Jawa Tengah kehilangan lahan lestaris seluas 300.000 hektare (ha)."Lahan di Jateng yang diharapkan tetap lestari mencapai 2 juta ha, namun sekarang tinggal 1,7 juta ha karena 300.000 ha telah hilang," katanya pada Peringatan Hari Air dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Jateng 2012, di Kabupaten Sukoharjo, Selasa 29 Mei 2012.Bibit Waluyo mengatakan berkurangnya lahan lestari akibat tidak terkontrolnya alih fungsi yang terjadi di sejumlah daerah, terutama di lima daerah di Soloraya, seperti Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan juga Kabupaten Sragen.Bibit menegaskan kepada bupati/walikota agar segera menghentikan alih fungsi lahan produktif menjadi lahan pembangunana yang tidak terkontrol, dengan melaksanakan pembangunan sesuai tata ruang wilayah yang ada sehingga tidak menggerus keberadaan lahan lestari yang harus dipertahankan Jateng dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional."Jangan dilanggar itu, peraturan tata ruang wilayah yang telah di-Perda-kan harus dipedomani, dibaca itu. Silahkan membangun tapi jangan merusak lingkungan dan jangan mengalih fungsikan lahan tidak sesuai dengan fungsi yang seharusnya, karena ada sangsi besar bagi yang melanggarnya," ujarnya. (ra)

 

 

BACA JUGA

-Harga emas memburuk dalam 13 tahun terakhir

-Pelabuhan Merak harus tambah dermaga 

-Tarif bongkar muat di Priok digodok

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Endot Brilliantono, Puput Ady Sukarno

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top