Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KELAPA SAWIT: Jalan rusak, TBS busuk tak terangkut

KOTABARU: Petani plasma kelapa sawit di Bumi Asih, Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang bergabung sebagai anggota Koperasi Unit Desa Gajah Mada kesulitan menjual hasil panen karena infrastruktur jalan yang rusak menuju ke pabrik
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  07:27 WIB

KOTABARU: Petani plasma kelapa sawit di Bumi Asih, Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang bergabung sebagai anggota Koperasi Unit Desa Gajah Mada kesulitan menjual hasil panen karena infrastruktur jalan yang rusak menuju ke pabrik pengolahan.Alhasil, tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menumpuk dan membusuk karena tidak terangkut. "Kondisi seperti ini banyak ditemui di sudut-sudut perkebunan sawit plasma karena badan jalan yang rusak," kata Yono, seorang warga setempat, Selasa.Terlebih, lanjut dia, apabila kondisi sedang turun hujan, maka akan banyak buah sawit yang sudah dipetik dari pohonnya dibiarkan membusuk, karena armada yang mengangkut tidak bisa menjangkau ke lokasi gundukan.Beberapa warga mengatakan, gundukan TBS yang terlalu banyak sebagian terpaksa dibakar atau ditimbun.Jika kondisi tersebut tetap dibiarkan dan tidak dicarikan jalan keluarnya, dikhawatirkan msyarakat terutama anggota koperasi KUD Gajah Mada akan merugi.Anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada Abu Bakar, mengaku, untuk memperbaiki jalan rusak pihak koperasi sudah memungut dana dari para anggota plasma kelapa sawit. "Lantas jalan mana yang diperbaiki itu," tanya anggota KUD Gajah Mada yang lainnya.Mereka meminta Ketua KUD Gajah Mada H Abbdullah segera melakukan pemeriksaan jalan yang masih rusak."Saya minta KUD untuk turun tangan, tidak membiarkan masalah tersebut karena bisa merugikan anggota koperasi," jelasnya.Anggota koperasi juga mempertanyakan kinerja pengawas, dan staf kebun yang sudah digaji dengan uang para anggota.Sebelumnya, Ketua KUD Gajah Mada H Abdullah, meminta msyarakat yang melihat ada buah yang tidak diangkut hendaknya melaporkan lokasi dengan detail."Hal itu tidak boleh terjdi, untuk itu saya minta peran aktif msyarakat atau anggota koperasi," terangnya.Sementara itu, hingga saat ini KUD Gajah Mada di Kelumpang Hilir telah mengelola sekitar 7.100 hektare kebun plasma skelapa sawit milik sekitar 4.500 anggota koperasi di tiga kecamatan. (Antara/arh)

 

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

Rossi masuk Honda gantikan Stoner?

Nilai tukar rupiah, gimana hari ini?

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top