Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOS BARU ILO: Siapa Guy Ryder?

JENEWA: Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Senin memilih mantan pemimpin serikat pekerja Guy Ryder sebagai ketua baru lembaga itu, menggantikan Juan Somavia yang telah menjabat selama 13 tahun.Ryder seorang warga Inggris adalah orang nomor dua
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  06:37 WIB

JENEWA: Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Senin memilih mantan pemimpin serikat pekerja Guy Ryder sebagai ketua baru lembaga itu, menggantikan Juan Somavia yang telah menjabat selama 13 tahun.Ryder seorang warga Inggris adalah orang nomor dua ILO saat ini, secara luas diperkirakan akan mengambil alih posisi teratas di badan PBB yang merumuskan dan memantau standar ketenagakerjaan internasional.Liverpudlian atau pencinta Liverpool sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (International Trade Union Confederation/ITUC) ini mengalahkan delapan kandidat lainnya termasuk mantan menteri Prancis Gilles de Robien yang menduduki urutan kedua dalam pemilihan enam putaran di markas ILO di Jenewa.Dalam pidatonya setelah pemungutan suara, Ryder mengatakan sangat berterima kasih telah dipilih dan memberi penghormatan kepada Somavia, menggambarkannya sebagai raksasa dalam sejarah ILO.Menyinggung latar belakang serikat pekerjanya, ia berjanji untuk mempromosikan pandangan dari semua pihak di ILO, sementara juga mengejar tujuan badan keadilan sosial pada saat dunia kerja tetap dalam krisis. "Tugas kami untuk yang termiskin dan paling rentan mnejadi yang terpenting dalam perjalanan ke depan," kata Ryder.ILO melaporkan pekan lalu pengangguran pemuda hampir kembali mencapai puncaknya menyusul pecahnya krisis ekonomi global 2008 dan tidak mungkin berkurang sampai setidaknya pada 2016.Pencarian untuk ketua, jabatan direktur jenderal, baru dipicu ketika Somavia dari Chile pada September tahun lalu mengumumkan niatnya untuk mempercepat kepergiannya dari tanggal yang dijadwalkan karena alasan pribadi.Somavia, 71 tahun, yang memimpin ILO sejak 1998, akan berakhir masa jabatan ketiganya pada September yang seharusnya pada Maret 2014.Ryder, 56 tahun, telah memegang berbagai posisi senior di organisasi dan telah bertindak sebagai wakil sejak 2010.Lulusan University of Liverpool dan Cambridge ini bekerja pada 1980 sebagai asisten di departemen internasional di Kongres Serikat Pekerja di London.Ia bergabung dengan ILO di Jenewa pada 1998, kemudian mengepalai kantor direktur jenderal.Kapabilitas Ryder terasah dari kariernya dimulai pada periode 1981-1985 sebagai Asisten di Departemen Internasional Kongres Serikat Pekerja Inggris. Karier awalnya itu membawanya menjadi Sekretaris Seksi Perdagangan Industri di International Federation of Commercial, Clerical, Professional and Technical Employees, Geneva, periode 1985-1988.Kariernya kemudian meloncat sebagai Asisten Direktur Konfederasi Internasional Serikat Pekerja Bebas (ICFTU) periode 1988-1998, Biro Geneva, Swiss.Ryder kemudian bekerja di ILO sebagai Direktur Biro Aktivitas Pekerja periode 1998-1999. Periode 1999-2001, ia menjabat sebagai Direktur Kantor Dirjen ILO dan sejak 1 Februari 2002 kembali ke ICFTU dengan posisi sebagai sekretaris jenderal, sebelum bergabung kembali dengan ILO sebagai wakil.Berdasarkan aturan ILO direktur jenderal dipilih oleh pemungutan suara secara rahasia dari 56 anggota badan pengatur - 28 pemerintah, 14 pengusaha dan 14 pekerja.Organisasi, yang pekan lalu secara resmi menyambut Sudan Selatan sebagai anggota ke 184, akan menjadi tuan rumah konferensi tahunan dari 30 Mei - 14 Juni, ketika pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi akan berpidato dihadapan lebih dari 3.000 delegasi. (Antara/AFP/arh) 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top