Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MALANG TEMPO DOELOE: Biang kemacetan, venues harus dipindah

        MALANG: Pelaksanaan Malang Tempo Doeloe (MTD), 24-27 Mei lalu, harus mendapat evaluasi serius. Karena selama pelaksanaannya menimbulkan kemacetan serius di sejumlah titik utama di Kota Malang.        
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  16:31 WIB

        MALANG: Pelaksanaan Malang Tempo Doeloe (MTD), 24-27 Mei lalu, harus mendapat evaluasi serius. Karena selama pelaksanaannya menimbulkan kemacetan serius di sejumlah titik utama di Kota Malang.          Ketua Bidang Keselamatan Lalulintas Masyarakat Transportasi Indonesia  Jawa Timur (MTI Jatim) yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Harnen Sulistyo, mengatakan selama pelaksanaan MTD, masyarakat dan pengguna jalan di Kota Malang seolah tersiksa dengan dampak kemacetan serius yang timbul akibat MTD.          “Kemacetan yang timbul akibat MTD sudah sedemikian serius. Karena itu ke depan, venues (tempat pelaksanaan) MTD sudah seharusnya dipindah,” kata Harnen di Malang, Senin, 28 Mei.          Karena itu, pihaknya mengusulkan agar venues MTD ke depan adalah Lapangan Rampal Malang, bukan di kawasan Jalan Ijen. Karena kawasan Rampal masih lebih representatif dan kondusif jika dibandingkan dengan Jalan Ijen.          “Selain lokasi yang luas, Lapangan Rampal juga masih didukung bangunan militer yang kaya akan heritage. Tentunya hal ini menjadi nilai plus sebagai alternatif pengganti Jalan Ijen.”          Rampal, ujarnya, dalam hal rekayasa lalu-lintas juga relatif mudah jika dibandingkan dengan Jalan Ijen. Kawasan Rampal hanya Jalan Panglima Sudirman saja yang barangkali agak susah untuk direkayasa. Sementara jika di Jalan Ijen, kawasan sekitarnya sudah terkena dampak akan kemacetan.          “Imbasnya, kemacetan sudah sedemikian merambah luas ke jalur lainnya seperti Jalan Kawi, Kayutangan, hingga Jalan Veteran terkena imbas. Apalagi sepanjang Jalan BS Riadi tidak diberlakukan arus dua arah. Harusnya pelaksanaan MTD diimbangi dengan temporary traficlight management.”          Selain itu, Pemkot Malang juga belum memaksimalkan keberadaan Forum Lalu-lintas Angkutan Jalan yang terdiri dari berbagai elemen mulai kepolisian, dinas terkait, hingga tokoh masyarakat. Namun forum tersebut tidak banyak diberdayakan oleh Pemkot Malang.(api)

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top