Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NARKOBA: Perempuan Meksiko makin banyak terjerat kasus

MEXICO CITY: Tingginya angka kematian dalam perang narkotika di Meksiko memperlihatkan keterlibatan perempuan di dunia bawah tanah kartel dan mereka semakin mengisi posisi peran penting manajemen, demikian isi satu buku baru."Female Bosses of Narco-Traffic",
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  10:39 WIB

MEXICO CITY: Tingginya angka kematian dalam perang narkotika di Meksiko memperlihatkan keterlibatan perempuan di dunia bawah tanah kartel dan mereka semakin mengisi posisi peran penting manajemen, demikian isi satu buku baru."Female Bosses of Narco-Traffic", karya Arturo Santamaria, seorang peneliti di Autonomous University of State of Sinaloa, melacak peningkatan kehadiran perempuan di dalam organisasi penyelundup narkotika."Penyelundup narkotika akan jadi makin kuat akibat kondisi ini," tulis Santamaria. "Mereka akan makin sulit diperangi sebab perempuan kelihatannya bertindak lebih cedik." Sebanyak 50.000 orang telah tewas sejak 2006, dalam penindasan pemerintah atas kejahatan terorganisasikan yang telah memicu perang perebutan wilayah di kalangan kelompok yang bersaing bahkan saat mereka terlibat pertempuran melawan satuan kontra-narkotika militer Meksiko.Santamaria mengatakan kebanyakan korban tewas adalah pria anggota kartel, yang telah mengakibatkan perubahan penjaga dengan pria muda dan perempuan, yang naik ke posisi puncak organisasi penyelundup narkotika."Janda, anak perempuan, kekasih dan pacar para lelaki, yang menjadi bagian dari keluarga penjahat yang sama" telah turun-tangan, kata penulis itu sebagaimana dilaporkan AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin.Beberapa wawancara dengan para peneliti dan wartawan yang dimuat di buku itu bercerita mengenai kisah mereka."Setelah mereka membunuh ayah saya, saudara saya bertahan," begitu kenang salah seorang perempuan itu. "Namun ia tewas ditembak dalam baku-tembak belum lama ini, dan sekarang saya telah mengambil-alih kendali.Di negara bagian Sinaloa, Meksiko barat-laut, wilayah utama penghasil marijuana dan poppy di Meksiko dan tempat tinggal gembong narkotika kenamaan, banyak perempuan muda tumbuh-besar di sekitar kegiatan usaha tersebut."Mereka menyerap itu sejak mereka masih kecil. Mereka tahu apa itu dan cara operasinya," kata Santamaria.Perempuan mulanya direkrut ke dalam kegiatan tersebut untuk memproduksi sari dari poppy, proses rumit yang memerlukan penanganan yang teliti."Setelah itu, mereka mulai mengangkut narkotika, mencuci uang dan terlibat dalam apa yang disebut diplomasi narkotika", dengan memanfaatkan kecantikan mereka untuk mendekati pejabat pemerintah atau polisi, kata Santamaria."Belakangan, mereka mulai terlibat dalam berbagai operasi," ia mengatakan.Mereka mempelajari cara menangani orang lain, mengelola operasi dan menggerakkan uang, keterampilan yang akhirnya mempersiapkan mereka untuk mengambil-alih seluruh operasi.Hingga Oktober tahun lalu, 46 perempuan yang menjadi pemimpin kartel telah ditangkap oleh pemerintah Meksiko, demikian keterangan dari kantor jaksa agung di negeri tersebut.Di Amerika Serikat, 2.143 perempuan Meksiko telah ditangkap selama satu dasawarsa belakangan karena mereka terlibat dalam penyelundupan narkotika.Santamaria mengatakan perempuan bertindak dengan lebih hati-hati dan lebih jarang menggunakan kekerasan ketimbang lelaki. (Antara/arh)

 

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top