Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TELESKOP RADIO TERBESAR di dunia bisa cari tahu asal-usul bumi

LONDON: Organisasi Square Kilometer Array (SKA) tengah membangun teleskop radio terbesar dan paling sensitif di dunia yang akan dikerjakan di Afrika Selatan dan Australia atau Selandia Baru.Organisasi SKA yang berkantor di Universitas Manchester, Inggris,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Mei 2012  |  06:27 WIB

LONDON: Organisasi Square Kilometer Array (SKA) tengah membangun teleskop radio terbesar dan paling sensitif di dunia yang akan dikerjakan di Afrika Selatan dan Australia atau Selandia Baru.Organisasi SKA yang berkantor di Universitas Manchester, Inggris, dalam pernyataannya seusai konferensi di Belanda, memastikan mereka telah menyetujui atas solusi tempat ganda bagi pembuatan teleskop SKA. Tawaran itu masuk dari Afrika Selatan dan gabungan antara Australia dan Selandia Baru.Teleskop SKA merupakan proyek internasional senilai hingga 1,5 miliar euro yang setara dengan US$1,9 miliar  dengan konstruksi tahap pertama SKA dijadwalkan mulai pada 2016.Sejumlah anggota Organisasi SKA di antaranya adalah Australia, Kanada, China, Italia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Belanda, Inggris dan India akan menjadi anggota mitra proyek ini.Teleskop tersebut sebenarnya merupakan kombinasi dari ribuan antena dan piringan dengan seluruh kumpulan area yang akan memiliki luas sekitar 1 kilometer persegi sehingga memberi 50 kali sensitifitas dan 10.000 kali kecepatan survei dibanding teleskop yang ada saat ini.Hal itu akan memberi jawaban bagi pertanyaan dasar mengenai jagat raya termasuk bagaimana bintang dan galaksi pertama terbentuk setelah big bang atau sekelam apa tenaga mendorong penyebaran jagat raya serta peran medan magnet di tata bintang.Nantinya teleskop juga diharap bisa menjawab hukum gravitasi alam dan pencarian kehidupan di luar bumi."Hari ini, kami selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan kami membangun SKA. Keadaan ini dicapai setelah keputusan yang sangat cermat mengenai keterangan yang dikumpulkan dari pemeriksaan mendalam di kedua tempat kandidat," kata Ketua Badan Direktur SKA John Womersley.Menurut persetujuan, kebanyakan piringan SKA di tahap satu akan dibuat di Afsel dan piringan lain akan ditambahkan ke sejumlah fasilitas yang ada di Australia.Seluruh piringan dan susunan lubang lensa frekuensi menengah untuk tahap dua SKA akan dibuat di Afsel (termasuk sejumlah negara Afrika lain).Sementara susunan antena lubang lensa frekuensi rendah untuk tahap satu dan tahap dua akan dibuat di Australia atau pun Selandia Baru.  (ANTARA/Xinhua-OANA/arh) 

 

CURRENT ISSUES:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top