Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUKU BERGAMBAR NABI MUHAMMAD: Ini dia sikap Menteri Agama

JAKARTA: Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, pihaknya akan menarik peredaran buku berjudul `Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi` sekaligus melakukan tindakan hukum dengan mengusut keberadaan buku bergambar Nabi Muhammad SAW yang ditemukan di perpustakaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  23:59 WIB

JAKARTA: Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, pihaknya akan menarik peredaran buku berjudul `Kisah Menarik Masa Kecil Para Nabi` sekaligus melakukan tindakan hukum dengan mengusut keberadaan buku bergambar Nabi Muhammad SAW yang ditemukan di perpustakaan di salah satu SD Islam di Solo.

 

"Kemenag akan melakukan pengusutan sekaligus menarik buku itu dari peredaran, itu yang akan dilakukan dalam waktu sesegera mungkin," kata Menteri Agama kepada wartawan di Jakarta, Rabu 23 Mei 2012.

 

Menag juga menyatakan, mengenai buku tersebut prinsipnya, pertama bukan produk dari Kementerian Agama. Yang kedua, itu juga bukan Kemenag yang mendistribusikan ke sekolah maupun ke madrasah.

 

"Ini saya khawatir ada pihak tertentu yang mengganggu ketenangan umat Islam ," ucap Menag.

 

Selama dalam pengusutan peredaran buku ini, Menag meminta masyarakat tak perlu meresponnya berlebihan. Hal tersebut harus dilakukan agar publik tak terpancing kepentingan pihak-pihak tertentu yang mengganggu ketenangan. Kemenag pun menyerahkan upaya pengusutan kepada kepolisian dengan menyelidiki penerbitnya.

 

"Kemenag segera mengambil tindakan penarikan buku itu sekaligus mengusut, itu kan tidak terlalu sulit kalau pihak kepolisian mau mengusut, nama penerbitnya ada. Kalau tidak ada semakin jelas bertujuan untuk memprovokasi," tandasnya.

 

Menag juga mengatakan, masalah buku tersebut sudah telusuri, apakah memang buku itu dipesan Kemenag untuk diedarkan di sekolah dasar maupun madrasah.

 

"Sebab tidak sembarangan Kemenag menetapkan sebuah buku untuk jadi sebuah buku pelajaran, tidak mudah harus diteliti dulu, sesuai atau tidak, sama dengan peredaran Al Quran tiap cetakan baru termasuk Al Quran dari luar yang masuk Indonesia harus ditasheh, diteliti satu persatu huruf demi huruf," paparnya.

 

Menurut Menag, buku pelajaran agama itu kan sifatnya nasional, tidak mungkin berbeda satu sekolah dengan sekolah lain, tidak mungkin berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. "Kecuali muatan lokal, kalau pelajaran agama sifatnya sama," jelasnya. (Antara/Bsi)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top