Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI DAERAH: Pertumbuhan Priangan Timur bisa tembus 5%

TASIKMALAYA: Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya memprediksi pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur Jawa Barat, bisa menembus 5% sepanjang tahun ini Hal itu, terindikasi dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) di wilayah Garut, Ciamis,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  18:58 WIB

TASIKMALAYA: Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya memprediksi pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur Jawa Barat, bisa menembus 5% sepanjang tahun ini Hal itu, terindikasi dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) di wilayah Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Banjar pada kuartal I/2012 menunjukkan Indeks Saldo Bersih Tertimbang volume produksi meningkat sebesar 6,33 poin menjadi 21,52 poin dibandingkan dengan akhir 2011 yang hanya 15,19 poin. "Dengan fakta-fakta tersebut, kami yakin pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur sepanjang 2012 akan melampaui 5% dibandingkan dengan 2010 maupun 2011 yang tidak mencapai 5%," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Isa Anshory, Rabu, 23 Mei 2012. Isa menjelaskan hampir semua sektor ekonomi tumbuh positif salah satu didorong kenaikan permintaan. Perusahaan yang berorientasi ekspor semakin optimistis akan terjadi penyerapan yang optimal untuk tujuan ekspor ke China dan Timur Tengah. Dari sektor keuangan, lanjutnya, terjadi kenaikan penyaluran kredit sebesar 24% (yoy) pada Maret 2012 dibandingkan dengan 23,46% pada akhir 2011. Kenaikkan tersebut berasal dari kredit modal kerja dan konsumsi. Adapun sektor pertanian, katanya, indikasi peningkatan permintaan dilihat dari  kebutuhan pasar cabai yang masih sangat besar termasuk dari kluster cabai merah yang disponsori Bank Indonesia. "BI membina para petani cabai merah yang sudah ditanami 24 hektare dari total lahan tananamnya 100 hektare. Masa panen saat ini tidak serempak, yang diharapkan membantu stabilisasi harga-harga komoditas pertanian karena jumlah pasokan bahan makanan terus tersedia di pasaran," ujarnya. (ra)

 

 

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Anep Paoji

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top