Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada krisis global, BANK DUNIA minta ketergantungan ekspor ditekan

JAKARTA: Bank Dunia mengimbau negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor dan mulai mencari sumber pertumbuhan baru. Pasalnya laju perekonomian global diprediksi terus melemah.Bert Hofman, Ekonom Utama Bank Dunia
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  13:43 WIB

JAKARTA: Bank Dunia mengimbau negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor dan mulai mencari sumber pertumbuhan baru. Pasalnya laju perekonomian global diprediksi terus melemah.Bert Hofman, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia hanya akan di kisaran 7,6%, lebih rendah dari capaian 2011 yang sebesar 8,2%.“Melambatnya ekspansi di China diperkirakan akan berpengaruh pada pertumbuhan agregat di seluruh kawasan,” ujar Bert dalam konferensi video terkait East Asia Pacific Economic Update, Rabu.Menurut dia, apabila pertumbuhan ekonomi China melemah lebih cepat dari perkiraan, maka akan menjatuhkan harga komoditas dan membahayakan pertumbuhan ekspor di negara lain. Hal ini mirip dengan perlambatan ekonomi Asia pada 2011 yang terjadi karena pertumbuhan ekspor manufaktur melemah.Kendati demikian, konsumsi domestik dan investasi saat itu tetap kuat karena kebijakan moneter yang cukup longgar di beberapa negara. Pertumbuhan ekonomi Asia 2011 merosot 1,8% dari tahun sebelumnya yang mencapai 10%.Dia memaparkan krisis Eropa berpotensi membawa pengaruh negatif melalui mata rantai perdagangan dan jaringan keuangan. Lebih dari 40% ekspor kawasan Asia, katanya, ditujukan ke Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Sepertiga pendanaan proyek dan perdagangan di Asia juga berasal dari perbankan Eropa.Sejalan dengan menurunnya permintaan di Eropa, dia menyarankan negara Asia Timur dan Pasifik untuk mulai tidak hanya bertumpu pada ekspor, tetapi juga mengandalkan konsumsi domestik di negara masing-masing.Pamela Cox, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik yakin konsumsi domestik bisa tumbuh dengan pesat melihat populasi Asia yang sangat tinggi dan munculnya kalangan middle class di kawasan tersebut.“Jumlah orang dengan pengeluaran US$2 per hari akan menurun sebanyak 24 juta pada 2012,” kata Pamela. (01/arh)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top