Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEWAN KEAMANAN: AS tak longgarkan rencana sanksi Iran

WASHINGTON: Amerika Serikat (AS) tidak akan melonggarkan rencana pemberian sanksi kepada Iran dalam pertemuan antara lima anggota Dewan Keamanan PBB plus Jerman dengan Iran di Baghdad.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  16:10 WIB

WASHINGTON: Amerika Serikat (AS) tidak akan melonggarkan rencana pemberian sanksi kepada Iran dalam pertemuan antara lima anggota Dewan Keamanan PBB plus Jerman dengan Iran di Baghdad.

 

Juru runding yang berangkat ke ibu kota Irak itu akan mengadakan pertemuan soal rencana pemberian sanksi terkait program nuklir Iran berupa embargo terhadap produksi minyak mentah republik Islam tersebut.

 

Lagipula, menurut pejabat pemerintahan Obama yang enggan menyampaikan identitasnya karena kabar ini adalah isu sensitif itu, AS dan Uni Eropa belum terburu-buru melonggarkan tekanan itu sebelum kekhawatiran mereka akan program nuklir Iran terjawab.

 

AS, Inggris, Perancis, Jerman, China, dan Rusia akan menjatuhkan sanksi pada 1 Juli nanti kepada produsen terbesar kedua dalam Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) itu. Langkah ini diharapkan dapat melumpuhkan ekspor minyak mentah yang merupakan sumber pendapatan utama Iran.

 

Dalam pembicaraan tersebut, kelima negara besar ini berencana menawarkan Iran bantuan jika program nuklirnya terbukti untuk tujuan damai dan melonggarkan sanksi yang dapat menyulitkan Iran mendapatkan onderdil bagi pesawat-pesawatnya ini.

 

Namun, pejabat Deplu AS mengatakan penawaran ini mungkin akan sia-sia, seperti rencana yang gagal pada 2009 untuk menyita cadangan uranium Iran, memprosesnya, dan baru dikirimkan kembali ke Iran untuk kepeluan Tehran Research Reactor yang memproduksi radio isotop untuk keperluan medis.

 

Meskipun dibutuhkan untuk untuk membuat produk kesehatan yang berguna bagi dignosa penderita kangker, pengayaan uranium tingkat sedang ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan senjata mematikan.

 

Komunitas internasional meminta Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya dan mengapalkan kembali cadangannya. Beberapa minggu yang lalu, pejabat Iran pun menyatakan akan mempertimbangkan lagi.

 

Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan enam negara ini berharap Iran akan mengajukan proposal kongkrit untuk menjawab kekhawatiran bahwa program nuklir tersebut hanyalah alibi Iran untuk mengembangkan senjata. Namun, pejabat AS pesimistis Iran akanmengungkapkannya.

 

Pertemuan di Baghdad ini melanjutkan pertemuan putaran pertama antara Iran dengan 5 DK PBB+1 itu pada 14 April lalu di Istanbul. Sebelumnya, AS juga telah melancarkan sanksi yang sama kepada Iran.

 

Tapi, negara pengembang senjata nuklir terbesar di dunia itu menyaksikan bagaimana negara-negara lain kesulitan mengurangi impor minyaknya dari Negeri Para Mullah. Bersama sekutunya, Israel, AS bahkan juga mengancam Iran dengan aksi militer.

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat AS menuduh Iran sebenarnya telah memanfaatkan negosiasi ini untuk mengulur waktu demi mengembangkan kemampuan senjata nuklirnya.

 

“Iran ingin menghancurkan Israel dan negara-negara besar di dunia harus menunjukkan kegigihannya, bukan kelemahan. Mereka tidak perlu menjalin kesepakatan dengan Iran. Mereka harus menegaskan tuntutan yang jelas,” kata Netanyahu kemarin. (Bloomberg/03/msb)

 

 

ARTIKEL FINANSIAL PILIHAN:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top