Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS IRAK: Pengacara Wapres Tareq al-Hashemi Mundur

BAGHDAD: Para pengacara Wakil Presiden Irak Tareq al-Hashemi, seorang Sunni yang dituduh terlibat dalam terorisme, Minggu menarik diri dari kasus itu dengan alas an pengajuan banding mereka ditolak.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  03:59 WIB

BAGHDAD: Para pengacara Wakil Presiden Irak Tareq al-Hashemi, seorang Sunni yang dituduh terlibat dalam terorisme, Minggu menarik diri dari kasus itu dengan alas an pengajuan banding mereka ditolak.

 

Hashemi, yang terakhir kali diketahui berada di Turki dan kini diburu oleh Interpol, menyatakan khawatir akan keselamatannya jika berada di Baghdad. Ia diadili in absentia atas tuduhan-tuduhan yang disebutnya bermotif politis. “Kami memutuskan menarik diri dari kasus itu karena komisi banding tidak meninjau pengajuan banding kami,” kata Muayad al-Izzi, ketum tim pengacara Hashemi.

 

Pengadilan Kriminal Pusat Irak, yang mengadakan persidangan keempat atas kasus tersebut pada Minggu, menanggapi hal itu dengan menunjuk dua pengacara baru untuk menggantikan mereka yang menarik diri.

 

Hashemi mengatakan dalam pernyataan pada 17 Mei, ia mempertimbangkan menarik pengacaranya karena ‘pelanggaran hukum’. Pelanggaran itu mencakup persidangan yang tidak dipindahkan ke tempat lain dan pengacara yang tidak diizinkan menemui anggota-anggota stafnya yang didakwa serta saksi lain.

 

“Hashemi dan sejumlah pengawalnya menghadapi sekitar 150 kasus, termasuk tuduhan membunuh enam hakim dan pejabat=pejabat tinggi lain,” kata seorang juru bicara pengadilan.

 

Irak dilanda kekerasan yang menewaskan puluhan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

 

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wapres Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya merupakan pemimpin Sunni.

 

Para ulama Sunni memperingatkan bahwa Maliki sedang mendorong perpecahan sektarian, dan pemrotes memadati jalan-jalan di Irak dengan membawa spanduk mendukung Hashemi dan mengecam pemerintah. (antara/afp/yus)

 

JANGAN LEWATKAN JUGA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top