Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OTOMOTIF: Pebisnis desak kejelasan kebijakan energi

JAKARTA: Kalangan pebisnis mendesak agar pemerintah segera memperjelas kebijakan energi yang berkaitan dengan sektor otomotif untuk mengurangi perang wacana di media massa.Hariara Tambunan, Presiden Direktur Ranyza Sejahtera Group, perusahaan berbasis
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  22:10 WIB

JAKARTA: Kalangan pebisnis mendesak agar pemerintah segera memperjelas kebijakan energi yang berkaitan dengan sektor otomotif untuk mengurangi perang wacana di media massa.Hariara Tambunan, Presiden Direktur Ranyza Sejahtera Group, perusahaan berbasis sumber daya alam dan kelistrikan, berpendapat perang wacana hanya akan memicu iklim usaha menjadi kurang kondusif.Sebelumnya, ujarnya, pemerintah batal menaikkan harga BBM bersubsidi tapi lantas mewacanakan pembatasan BBM bersubsidi. Namun, sampai sekarang kebijakan pembatasan tersebut justru turut kandas.Pada saat yang sama, pemerintah ingin mendorong agar kendaraan bermotor melakukan konversi energi ke BBG untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi. Namun, penambahan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) tidak dilakukan signifikan.Akibatnya, ujar Hariara, rencana pemerintah yang mewajibkan pemasangan alat konverter (converter kit) bagi angkutan umum dan kendaraan dinas pemerintah belum mengalami kemajuan yang berarti.Agar sektor otomotif berkembang, tutur Hariara, kebijakan energi yang akan mendorong pertumbuhannya harus jelas dan terarah supaya tidak terjadi kontraproduktivitas."Sekarang ada wacana lagi untuk mengembangkan mobil hybrid. Niat ini kami dukung selama bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya, Senin 21 Mei 2012.Di sektor energi, dia berharap agar pemerintah tetap mengedepankan visi penghematan konsumsi energi di segala bidang usaha dengan tetap menjaga neraca energi nasional seimbang."Kalau untuk menghemat BBM lantas pemerintah memangkas penjualan mobil dan motor dengan menaikkan DP [uang muka], ini tidak produktif. Pertumbuhan industri otomotif pasti akan menurun," ujarnya. (ra)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top